Zimbabwe Akan Menyembelih 200 Gajah untuk Atasi Kelaparan Akibat Kekeringan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Minggu, 22 September 2024 | 09:15 WIB
Langkah Kontroversial Menyembelih 200 Gajah untuk Atasi Kelaparan (foto: Istimewa)
Langkah Kontroversial Menyembelih 200 Gajah untuk Atasi Kelaparan (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS – Pemerintah Zimbabwe berencana memusnahkan sekitar 200 ekor gajah untuk mengatasi krisis pangan yang melanda warga akibat kekeringan parah.

Langkah kontroversial ini diambil sebagai solusi darurat untuk memberi makan penduduk yang menderita kelaparan.

Kekeringan di Zimbabwe, yang berlangsung beberapa bulan terakhir, telah mempengaruhi produksi pangan dan memperparah krisis ekonomi yang sudah lama melanda negara ini.

Selain berdampak pada tanaman dan peternakan, kekurangan air juga memicu peningkatan konflik antara manusia dan satwa liar.

 Baca Juga: Aksi Curanmor Bersenjata di PIK: Tiga Pelaku Ditangkap

Gajah, yang sering merusak tanaman saat mencari makanan, dianggap sebagai ancaman bagi ketahanan pangan warga.

Pemerintah menyatakan bahwa pemusnahan ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan diperuntukkan bagi daerah-daerah yang paling terdampak oleh kekurangan pangan.

"Kita harus memastikan bahwa kehidupan manusia tetap menjadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini,"

ujar perwakilan dari kementerian lingkungan.

 Baca Juga: Kasus Intimidasi di MTs Islamiyah Ketapang: Tindakan Kepala Sekolah yang Mencoreng Pendidikan

Namun, kebijakan ini menuai pro dan kontra. Organisasi perlindungan satwa liar dan aktivis lingkungan mengecam langkah tersebut sebagai tindakan tidak manusiawi dan merusak keseimbangan ekosistem.

Mereka berpendapat bahwa solusi jangka panjang harus difokuskan pada manajemen air, pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik, dan peningkatan ketahanan pangan.

Sementara itu, warga di daerah pedesaan Zimbabwe berharap tindakan ini dapat mengurangi dampak krisis pangan yang semakin berat.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X