Ia bahkan mendorong pemerintah untuk tidak ragu meminta bantuan negara lain jika dibutuhkan. Menurutnya, situasi kemanusiaan tidak seharusnya dibayangi ego atau gengsi politik.
Baca Juga: Menjadi Sahabat Disabilitas, BRI Berdayakan Difabel Melalui Kegiatan Pelatihan dan Pemagangan
“Kalau perlu minta bantuan negara tetangga, ya lakukan saja. Ini soal nyawa dan masa depan masyarakat.”
Tak hanya dampak fisik, Iqbal mengingatkan ada luka psikologis yang jauh lebih sunyi dan sering luput dari perhatian. Ia mewanti-wanti bahwa trauma, kecemasan, hingga kemarahan kolektif bisa muncul jika masyarakat merasa diabaikan oleh negara.
“Kalau ini dibiarkan, masyarakat bisa merasa putus asa, stres, bahkan depresi. Bukan cuma ekonomi yang hancur, tapi mental mereka juga.”
Menurutnya, penanganan pascabencana harus mencakup layanan kesehatan mental, pendampingan psikososial, dan pemulihan rasa aman warga, agar mereka tidak kehilangan harapan di tengah keterpurukan.***