Ia bahkan mendorong pemerintah untuk tidak ragu meminta bantuan negara lain jika dibutuhkan. Menurutnya, situasi kemanusiaan tidak seharusnya dibayangi ego atau gengsi politik.
Baca Juga: Menjadi Sahabat Disabilitas, BRI Berdayakan Difabel Melalui Kegiatan Pelatihan dan Pemagangan
“Kalau perlu minta bantuan negara tetangga, ya lakukan saja. Ini soal nyawa dan masa depan masyarakat.”
Tak hanya dampak fisik, Iqbal mengingatkan ada luka psikologis yang jauh lebih sunyi dan sering luput dari perhatian. Ia mewanti-wanti bahwa trauma, kecemasan, hingga kemarahan kolektif bisa muncul jika masyarakat merasa diabaikan oleh negara.
“Kalau ini dibiarkan, masyarakat bisa merasa putus asa, stres, bahkan depresi. Bukan cuma ekonomi yang hancur, tapi mental mereka juga.”
Menurutnya, penanganan pascabencana harus mencakup layanan kesehatan mental, pendampingan psikososial, dan pemulihan rasa aman warga, agar mereka tidak kehilangan harapan di tengah keterpurukan.***
Artikel Terkait
Minta Tolong Tapi Ditinggal? Polemik BNPB Mencuat di Tengah Duka Banjir Aceh
Tak Sanggup Atasi Banjir, 3 Bupati Aceh Disorot: Antara Realita Lapangan dan Gengsi Kepemimpinan
Desa Sekumur Hilang Diterjang Banjir 10 Meter, Masjid Jadi Satu-Satunya Bangunan yang Masih Kokoh di Aceh
Tak Cuma Bonus, Negara Siapkan Dana Pensiun Atlet: Erick Thohir Buka Arah Baru untuk Masa Depan Olahragawan
Menjadi Sahabat Disabilitas, BRI Berdayakan Difabel Melalui Kegiatan Pelatihan dan Pemagangan
Anak di Bawah Umur Masuk Medsos? Menkomdigi: Platform yang Akan Disanksi, Bukan Orang Tuanya
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, 9 Desember 2025: Siang Berpotensi Hujan Petir, Warga Diminta Waspada
Menkeu Beri Ultimatum ke Bea Cukai, Kinerja Disorot dan Opsi Pembekuan Menguat
Pemerintah Kebut Kirim Bantuan Pangan ke Wilayah Banjir, Stok Digandakan untuk Aceh hingga Sumbar
Biaya Pemulihan Banjir dan Longsor di Sumatra Tembus Rp51 Triliun, Pemerintah Siapkan Langkah Darurat