Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi, Rosan juga menekankan pentingnya pertumbuhan sosial dan kualitas manusia Indonesia. Ia berpendapat, angka 8 persen tidak akan berarti banyak jika tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas masyarakat.
“Kita ingin pertumbuhan yang berkelanjutan. Manusia Indonesia juga harus tumbuh — baik dalam wawasan, keterampilan, maupun kesiapan menghadapi tantangan global,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai target 8 persen masih perlu waktu. Ia mengingatkan publik agar realistis dan bersabar, karena pertumbuhan sebesar itu tidak bisa terjadi dalam waktu singkat.
“Kita akan bergerak bertahap. Tahun ini kita dorong 5,5 persen, tahun depan menuju 6 persen, dan dalam dua hingga tiga tahun ke depan baru digenjot lebih tinggi,” katanya.
Baca Juga: TRAGIS! Truk Boks Oleng di Daan Mogot: Dua Lansia Jadi Korban, Satu Meninggal Dunia
Menurut Purbaya, pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi agar modal asing dan domestik lebih leluasa masuk.
“Kalau semua berjalan sesuai rencana, menjelang akhir masa pemerintahan nanti, pertumbuhan 8 persen bukan hal yang mustahil,” ujarnya optimis.***