Namun, keputusan ini menuai kontroversi. Sejumlah kelompok hak asasi manusia mengkritik langkah Trump yang dianggap mundur dari upaya reformasi sistem hukum pidana di AS.
Mereka menilai hukuman mati bukan solusi jangka panjang, justru berisiko memperburuk masalah keadilan, terutama jika ada kasus salah vonis.
Meski begitu, Trump menolak semua kritik tersebut. Menurutnya, prioritas utama pemerintahannya adalah melindungi warga.
“Saya di sini untuk melindungi orang-orang yang tidak bersalah, bukan mereka yang memilih jalan kejahatan,” katanya menegaskan.
Kebijakan hukuman mati di Washington DC ini menjadi salah satu langkah hukum paling keras di era kepemimpinan Trump. Meski dipandang kontroversial, Trump percaya langkah ini akan memperkuat citra ketegasan pemerintah dalam menjaga keamanan publik di jantung Amerika.***