Selain penegakan hukum, kepolisian juga berkoordinasi dengan dinas sosial serta lembaga perlindungan anak untuk memastikan bayi-bayi yang jadi korban mendapatkan perlindungan yang layak. Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya, termasuk pihak yang membeli bayi tersebut.
“Kami masih mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas, termasuk pihak pembeli. Kasus ini tidak akan berhenti di sini saja,” tegas Ikang.
Penggerebekan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perdagangan manusia masih menjadi ancaman nyata di Indonesia.
Di tengah kehidupan modern dan hiruk pikuk kota, praktik keji yang memanfaatkan bayi sebagai komoditas perdagangan tetap harus diwaspadai. Masyarakat diimbau segera melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan demi menyelamatkan generasi yang tak berdosa.