Gubernur Jakarta Pramono Anung Soroti Maraknya Kecelakaan Bus TransJakarta, Janji Evaluasi Total

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 22 September 2025 | 09:00 WIB
Pramono janji evaluasi usai tiga kecelakaan TransJakarta dalam sebulan. (@pramonoanungw)
Pramono janji evaluasi usai tiga kecelakaan TransJakarta dalam sebulan. (@pramonoanungw)

INSIBERNEWS — Maraknya kecelakaan bus TransJakarta dalam sebulan terakhir mendapat sorotan serius dari Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

Ia menegaskan bahwa insiden yang melibatkan transportasi massal unggulan ibu kota itu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan harus segera dievaluasi menyeluruh.

“Tercatat ada tiga kali peristiwa kecelakaan TransJakarta dalam kurun satu bulan. Ini tidak boleh terus terjadi, harus ada perbaikan dan evaluasi,” ujar Pramono saat ditemui awak media dalam acara ASN RUN di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta Pusat, Minggu (21/9/2025).

Baca Juga: Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini, Pelanggar Terancam Denda Rp500 Ribu

Menurut Pramono, penyebab kecelakaan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sopir TransJakarta. Ia menyebut, ada faktor eksternal lain yang sering memicu insiden di lapangan.

“Kadang ada kendaraan pribadi yang masuk jalur busway dan memotong jalur, sehingga risiko kecelakaan meningkat,” ungkapnya.

Meski begitu, Pramono memastikan pihaknya bersama manajemen TransJakarta akan melakukan perbaikan sistem agar insiden serupa tidak terulang kembali.

Baca Juga: Inggris Resmi Akui Palestina dan Ubah Peta di Tepi Barat Gaza, Israel Meradang!

“Tentunya akan kami perbaiki. Tidak boleh terjadi lagi. Keselamatan penumpang adalah yang utama,” tegasnya.

Gubernur juga menekankan bahwa TransJakarta saat ini memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas warga.

Tingkat penggunaan transportasi umum berbasis bus ini tercatat meningkat signifikan sepanjang 2025, seiring gencarnya kampanye pemerintah untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Baca Juga: TNI Akan Latih Driver Ojek Online Jadi Penolong Pertama di Jalanan

“Kenaikan jumlah pengguna TransJakarta cukup besar. Itu artinya masyarakat mulai percaya, dan kita harus menjaga kepercayaan itu dengan memberi rasa aman,” ucap Pramono.

Berdasarkan catatan, ada tiga kecelakaan besar TransJakarta dalam sebulan terakhir. Pertama, pada 6 September 2025, sebuah bus menabrak bangunan toko di Jalan Raya Minangkabau, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Insiden itu menyebabkan seorang penjaga toko mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit. Pihak TransJakarta langsung menanggung seluruh biaya perawatan korban.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ingatkan Pemerintah Soal Dampak Kenaikan Cukai Rokok: Jangan Korbankan Pekerja

Kecelakaan kedua terjadi pada 18 September 2025 di kawasan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. Bus TransJakarta bertabrakan dengan sebuah truk tepat di depan RSUD Tarakan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini kembali memunculkan sorotan publik soal keamanan armada.

Kejadian paling serius terjadi di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, pada 19 September 2025. Bus TransJakarta hilang kendali diduga akibat rem blong dan menabrak empat ruko sekitar pukul 05.30 WIB.

Baca Juga: Sepak Bola Inggris Berduka, Mantan Pelatih Liverpool Women Matt Beard Meninggal Dunia

Peristiwa ini menyebabkan enam orang luka-luka, terdiri dari empat penumpang, seorang sopir, dan seorang warga. 

Insiden ini memunculkan desakan agar para penanggung jawab segera memperketat standar keamanan armada.

Menanggapi hal tersebut, pengamat transportasi menilai perlunya evaluasi bukan hanya pada sopir, tetapi juga pada perawatan armada, pelatihan pramudi, serta sistem pengawasan lalu lintas.

Baca Juga: Tampang Briptu Rizka Sintiyani, Pelaku Pembunuhan Polisi di Lombok Barat

Modernisasi armada dengan teknologi pengereman terbaru dan sensor keselamatan juga disebut penting untuk meminimalisasi kecelakaan. Selain itu, edukasi bagi pengendara pribadi agar tidak masuk jalur busway juga harus digencarkan.

Dengan langkah evaluasi yang dijanjikan, Pemprov DKI Jakarta berharap TransJakarta tetap menjadi tulang punggung transportasi massal yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan publik transportasi, agar warga bisa beraktivitas tanpa rasa khawatir,” pungkas Pramono.

Baca Juga: Bagikan 330 Ribu Smart TV ke Sekolah, Prabowo Dorong Pemerataan Akses Pembelajaran Digital hingga Pelosok

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X