Mendengar pengakuan sang anak, orang tua korban tak tinggal diam. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Respon cepat dari aparat penegak hukum pun ditunjukkan dengan melakukan penyelidikan mendalam, termasuk visum untuk mengumpulkan bukti fisik, serta memintai keterangan dari sejumlah saksi mata yang relevan.
Setelah serangkaian penyelidikan intensif, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap kedua pelaku. Tanpa banyak perlawanan, WS dan MR mengakui perbuatan keji yang telah mereka lakukan. Pengakuan ini menjadi bukti kuat yang memperkuat dugaan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur.
Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua dan pengasuh, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memberikan edukasi yang tepat kepada anak-anak mengenai keselamatan diri.
Perlindungan terhadap anak-anak adalah tanggung jawab bersama, agar kejadian serupa tidak terulang dan masa depan generasi penerus bangsa dapat terjamin dari ancaman kejahatan.