INSIBERNEWS - Anggaran KIP Kuliah terancam terkena imbas dari efisiensi anggaran pemerintah.
Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa beasiswa KIP Kuliah tidak dipangkas.
Pernyataan mengenai KIP Kuliah ini disampaikan oleh Sri Mulyani pada konferensi pers di Gedung DPR RI, Jumat (14/2/2025).
Baca Juga: Tom Lembong Geram pada Petugas Kejaksaan Karena Dihalangi Bicara ke Wartawan
Dilansir INsibernews dari kanal YouTube TVR Parlemen (14/2/2025), saat ini ada 1.040.192 mahasiswa yang jadi penerima KIP Kuliah.
Untuk program ini anggaran yang dialokasikan adalah Rp14,698 triliun. Anggaran tersebut tidak terkena pemotongan dan tidak dikurangi.
"Dengan demikian, seluruh mahasiswa yang telah dan sedang menerima beasiswa KIP, Kartu Indonesia Pintar, dapat meneruskan program belajar seperti biasanya," ungkap Sri Mulyani.
Baca Juga: Nikita Mirzani Ungkap Doanya Terkabul, Vadel Badjideh Kini Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro sempat menyampaikan bahwa anggaran beasiswa KIP Kuliah ikut terdampak pemangkasan anggaran.
"Bantuan sosial, beasiswa, ada KIP Kuliah itu pagu awalnya Rp14,698 triliun. Kemudian, efisiensi oleh Ditjen Anggaran sebesar Rp1,319 triliun, sembilan persen," ujar Satryo Soemantri .
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Satryo Soemantri dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (12/2/2025).
Baca Juga: Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Sindir Masyarakat yang Mampu Beli Rokok Tapi Tak Bayar Iuran BPJS
Sebelumnya juga Kemendikti Saintek mengungkap bahwa mahasiswa on going beasiswa KIP Kuliah tidak dapat dibayarkan pada tahun 2025.
Kemudian sebanyak 663.821 Masyarakat Penerima KIP-K terancam putus kuliah.
Artikel Terkait
Soal Efisiensi Anggaran, DPR Nilai Kementerian dan Lembaga Gagap dan Tidak Siap?
Pengangkatan Stafsus Presiden Kena Kritik Badan Anggaran DPR, Sebenarnya Seberapa Penting Tugasnya?
Presiden Prabowo Adakan Glamping untuk Kepala Daerah dengan Anggaran Rp10 M di Tengah Efisiensi
Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas hingga Rp200 M, Ketua MBG Ungkap Dampaknya
Pemerintah Pangkas Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kesehatan, Sementara Retreat Kepala Daerah Tetap Digelar: Apa yang Sebenarnya Terjadi?