Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas hingga Rp200 M, Ketua MBG Ungkap Dampaknya

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 14 Februari 2025 | 13:24 WIB
Potret program makan bergizi gratis  (Instagram @prabowo)
Potret program makan bergizi gratis (Instagram @prabowo)

INSIBERNEWS - Program makan bergizi gratis (MBG) ikut terkena efisiensi anggaran oleh pemerintah dengan pemangkasan anggaran sebesar 0,2845 persen.

Dadan Hidayana selaku Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa anggaran awal yang sebesar Rp71 triliun harus dipotong sekitar Rp200,2 miliar.

Keputusan ini bermula dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke kantor BGN, di mana beliau mengarahkan BGN untuk efisiensi anggaran pada sektor pengadaan lahan infrastruktur, khususnya untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga: Presiden Prabowo Adakan Glamping untuk Kepala Daerah dengan Anggaran Rp10 M di Tengah Efisiensi

BGN diminta Presiden untuk memanfaatkan lahan yang bisa dipinjam dari instansi lain, seperti kementerian, Pemerintah Daerah, atau BUMN, guna menghemat anggaran.

Meski ikut terdampak pemangkasan anggaran, Dadan memastikan bahwa program MBG tetap berjalan sesuai rencana dengan target penerima manfaat mencapai 82,9 juta orang pada 2025.

Program MBG akan tetap berjalan seperti semula tanpa perubahan yang signifikan akibat pemangkasan anggaran tersebut. Dadan menyebut bahwa hal ini tidak akan memengaruhi anggaran untuk pegawai.

Baca Juga: Dirasa Sudah Terlalu Lama, Vidi Aldiano Putuskan Berhenti Kemoterapi, Bagaimana Efek Samping Pada Kesehatan?

Apa Dampak Pemangkasan Anggaran pada Sektor Perekonomian?
Pemangkasan anggaran ini tentunya membawa dampak signifikan bagi perekonomian, terutama terkait dengan pengangguran dan daya beli masyarakat.

Menurut M Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, pemangkasan anggaran yang terjadi, terutama di sektor strategis, dapat menghambat konsumsi domestik dan pembangunan infrastruktur, yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, berkurangnya anggaran untuk sektor-sektor produktif dapat menurunkan daya saing dan kepercayaan sektor swasta untuk berinvestasi.

Baca Juga: Hadiah Erdogan untuk Prabowo, Intip Spek Mobil Listrik Togg T10X vs Garuda Limousine Mobil Dinas Pejabat RI

Meskipun program MBG dapat memberi dampak positif terhadap perekonomian, Rizal menilai dampak tersebut mungkin tidak sebanding dengan kerugian dari pemangkasan anggaran lainnya.

Dalam menghadapi kondisi ini, Rizal merekomendasikan kebijakan fiskal yang lebih seimbang, yang mengutamakan keberlanjutan ekonomi dan perlindungan kesejahteraan sosial, agar stabilitas ekonomi dapat terjaga.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X