Kesepakatan ini semakin memicu ketegangan politik internal di Israel. Pada Kamis, 16 Januari 2025, kabinet Israel akan melakukan pemungutan suara untuk menentukan apakah kesepakatan tersebut akan disetujui.
Smotrich, yang memimpin partai Zionis Religius, menegaskan bahwa partainya akan mempertimbangkan untuk mundur dari koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu jika kesepakatan ini disetujui.
Baca Juga: Usulan Cukai Rokok untuk Program Makan Bergizi Gratis, Irma Suryani: Rp150 Triliun, Masalah Selesai
Ancaman serupa sebelumnya juga datang dari Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir, yang juga mengancam untuk menarik diri dari kabinet jika kesepakatan itu diterima.
Situasi ini mencerminkan ketegangan yang mendalam dalam pemerintahan Israel terkait dengan kebijakan luar negeri dan pertahanan negara, terutama dalam menghadapi konflik yang semakin kompleks dengan Hamas.
Baca Juga: Strategi Agar Kantin Sekolah Tetap Laris di Tengah Program Makan Bergizi Gratis
Keputusan-keputusan ini akan berpengaruh besar terhadap stabilitas politik dalam negeri dan strategi jangka panjang Israel terhadap ancaman dari Gaza.
Artikel Terkait
Percantik Halaman Depan Rumah dengan 5 Model Kanopi Minimalis Kekinian
Hamas Tuding Netanyahu Sengaja Ulur Implementasi Gencatan Senjata di Gaza
Kanopi Rumah Minimalis, 6 Model yang Bisa Membuat Rumah Lebih Instagramable!
Negara Terima Rp10,88 Triliun dari BRI melalui Pembayaran Dividen Interim Sebesar Rp20,33 Triliun
Jorge Martin Pilih Pelat Nomor 1 di MotoGP 2025: Saya Telah Berjuang untuk Ini
5 Desain Halaman Rumah Minimalis yang Cocok untuk Lahan Sempit, Estetis dan Fungsional!
Insiden Keracunan di Program Makan Bergizi Gratis, Istana Minta Evaluasi SOP
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Malut United di Pekan 19 BRI Liga 1 2024-2025
Kasus Kriminal WNI di Jepang Meningkat, Kemenlu Soroti Kekhawatiran
Kebakaran Glodok Plaza: Total Enam Jenazah Ditemukan, Korban Hilang Meningkat