INSIBERNEWS - Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengecam keras kesepakatan gencatan senjata yang dicapai dengan kelompok Hamas.
Menurut Smotrich, perjanjian tersebut sangat merugikan dan berpotensi membahayakan keamanan nasional Israel.
Baca Juga: Kebakaran Glodok Plaza: Total Enam Jenazah Ditemukan, Korban Hilang Meningkat
Ia mengungkapkan penolakannya terhadap keputusan tersebut dengan menyebutnya sebagai langkah yang tidak tepat untuk Israel, menyusul perundingan yang melibatkan mediator dari Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Kasus Kriminal WNI di Jepang Meningkat, Kemenlu Soroti Kekhawatiran
Kesepakatan tersebut, yang disepakati pada Rabu, 15 Januari 2025, akan berlaku mulai Minggu, 19 Januari 2025.
Smotrich menegaskan bahwa sebagai syarat untuk tetap bertahan dalam pemerintahan, pemerintah Israel harus memastikan bahwa pertempuran dengan Hamas dapat dilanjutkan.
Baca Juga: Insiden Keracunan di Program Makan Bergizi Gratis, Istana Minta Evaluasi SOP
Ia juga menyebut bahwa kesepakatan ini bisa memperburuk kondisi di dalam negeri, berpotensi menimbulkan perpecahan lebih lanjut di kalangan masyarakat Israel.
Salah satu poin yang dikecam oleh Smotrich adalah soal pertukaran tahanan dalam kesepakatan tersebut, di mana hanya sebagian sandera yang akan dibebaskan oleh Hamas.
Baca Juga: Negara Terima Rp10,88 Triliun dari BRI melalui Pembayaran Dividen Interim Sebesar Rp20,33 Triliun
Pada tahap pertama gencatan senjata, Hamas berkomitmen untuk membebaskan 33 sandera, terdiri dari perempuan, anak-anak, dan lansia.
Namun, Smotrich berpendapat bahwa ini bukan solusi yang memadai, karena tidak semua warga Israel yang ditahan oleh Hamas akan dibebaskan.
Baca Juga: Hamas Tuding Netanyahu Sengaja Ulur Implementasi Gencatan Senjata di Gaza
Artikel Terkait
Percantik Halaman Depan Rumah dengan 5 Model Kanopi Minimalis Kekinian
Hamas Tuding Netanyahu Sengaja Ulur Implementasi Gencatan Senjata di Gaza
Kanopi Rumah Minimalis, 6 Model yang Bisa Membuat Rumah Lebih Instagramable!
Negara Terima Rp10,88 Triliun dari BRI melalui Pembayaran Dividen Interim Sebesar Rp20,33 Triliun
Jorge Martin Pilih Pelat Nomor 1 di MotoGP 2025: Saya Telah Berjuang untuk Ini
5 Desain Halaman Rumah Minimalis yang Cocok untuk Lahan Sempit, Estetis dan Fungsional!
Insiden Keracunan di Program Makan Bergizi Gratis, Istana Minta Evaluasi SOP
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Malut United di Pekan 19 BRI Liga 1 2024-2025
Kasus Kriminal WNI di Jepang Meningkat, Kemenlu Soroti Kekhawatiran
Kebakaran Glodok Plaza: Total Enam Jenazah Ditemukan, Korban Hilang Meningkat