Hanoi Catat Rekor Polusi Udara Terburuk, Warga Keluhkan Sulit Bernapas

Photo Author
- Sabtu, 4 Januari 2025 | 14:25 WIB
Ilustrasi Polusi udara Hanoi (Foto : AP Photo)
Ilustrasi Polusi udara Hanoi (Foto : AP Photo)

INSIBERNEWS - Hanoi, ibu kota Vietnam, mencatatkan diri sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Jumat (3/1/2024).

Emisi kendaraan bermotor, asap dari pembangkit listrik batu bara, dan pembakaran lahan pertanian menjadi penyebab utama pekatnya polusi yang menyelimuti kota tersebut. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan meningkatkan risiko kesehatan serius.

Baca Juga: Bernilai Total Rp14 Triliun, Prabowo Bakal Hapus Utang Sekitar 1 Juta Pelaku UMKM

Menurut data dari IQAir, sistem pemantauan kualitas udara global, indeks kualitas udara (AQI) Hanoi mencapai angka 305 pada pagi hari. Angka tersebut masuk dalam kategori "berbahaya" bagi kesehatan.

Kadar polutan PM2.5, partikel halus yang dapat menembus paru-paru hingga aliran darah, dilaporkan mencapai 227 mikrogram per meter kubik. Angka ini 15 kali lebih tinggi dari batas aman yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga: Prabowo Gelar Rakor Bahas Pemberdayaan Masyarakat: Fokus UMKM, Pekerja Migran, dan Kemiskinan Ekstrem

“Udara terasa begitu berat, saya bahkan kesulitan bernapas. Masker sudah menjadi kebutuhan setiap kali keluar rumah,” kata Tran Quynh Lan, seorang pekerja kantoran di Hanoi.

Pemerintah setempat pun mengeluarkan imbauan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker untuk melindungi diri dari paparan polusi.

Baca Juga: Berupaya Gerakan Ekonomi, Prabowo Perintahkan Bahan Baku Makan Bergizi Gratis Bersumber dari Desa

Polusi udara yang semakin parah ini diperburuk oleh musim kering yang sedang berlangsung di Hanoi. Proyek pembangunan yang intensif, kemacetan lalu lintas, dan emisi dari pembangkit listrik batu bara di utara Vietnam menjadi penyumbang terbesar kabut asap.

Tanpa curah hujan yang memadai, kabut polusi semakin sulit terkendali. Diperkirakan, kondisi baru akan membaik saat musim hujan tiba pada Maret mendatang.

Baca Juga: Said Didu Singgung Soal Surat Perintah Solo, Minta Prabowo Jangan Terjebak Bubur Panas Politik Buatan Jokowi dan Oligarki

Para ahli mengingatkan, situasi ini memerlukan perhatian serius, mengingat dampaknya terhadap kesehatan masyarakat sangat signifikan.

Langkah mitigasi seperti pengendalian emisi kendaraan, pengurangan pembakaran lahan, dan peralihan ke energi bersih harus segera dilakukan untuk mencegah kondisi semakin memburuk.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X