Said Didu Singgung Soal Surat Perintah Solo, Minta Prabowo Jangan Terjebak Bubur Panas Politik Buatan Jokowi dan Oligarki

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 4 Januari 2025 | 12:51 WIB
Potret Said Didu (Istimewa )
Potret Said Didu (Istimewa )

INSIBERNEWS - Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) disebut Said Didu melakukan kejahatan, dengan mencoba menekan Prabowo Subianto.

Dikutip dari Podcast Abraham Samad, yang tayang pada 14 Nov 2024 lalu, Tokoh dan sosok 'Manusia Merdeka', Said Didu, menyebut Jokowi melakukan pertemuan pada 10 dan 11 Oktober 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama para Oligarki.

Pertemuan tersebut kemudian menghasilkan sebuah rumusan, yang disebut sebagai "SURAT PERINTAH SOLO" pada 13 Oktober 2024.

Baca Juga: Sampai Rp2,5 Miliar! Bagaimana Nasib Uang WNA Malaysia Penonton DWP yang Dipalak Oknum Polisi?

Diduga bahwa surat perintah tersebut lebih kuat dibanding SUPERSEMAR 1966 dan DEKRIT PRESIDEN 1959, salah satu isinya, seperti:

"Menjadikan GIBRAN sebagai BONEKA OLIGARKI Pantai Utara Jakarta," sebut Said Didu dalam Podcast tersebut.

Diketahui, sebelum Prabowo dilantik, dinilai Said Didu juga menjadi tekanan Prabowo, yakni "Jokowi bersiasat menekan Prabowo, dengan menyatakan bahwa dirinya tidak akan hadir saat pelantikan Prabowo Subianto menjadi Presiden RI ke-8," tuturnya.

Baca Juga: Daftar Tokoh Global Terkorup dari Tahun ke Tahun Versi OCCRP, Jokowi Jadi Satu-satunya Orang Indonesia Selama 12 Tahun

Selanjutnya, pada Sabtu, 13 Oktober menurut Said Didu, pertemuan Prabowo, Gibran, Jokowi dan Iriana, adalah dagelan politik dan tak lazim.

Akhirnya, pada hari Senin, 15 Oktober 2024, Prabowo melakukan pemanggilan kepada semua pejabat yang berada disekitarnya.

Pemanggilan ini, ada dugaan, ditengarai Prabowo sebagai pengarahan untuk segera merealisasikan tekanan berat, usai pertemuannya dengan Jokowi di Solo terkait bagi-bagi kekuasaan.

Baca Juga: Gaya Modern Minimalis, Desain Kamar Tidur Mewah dengan Sentuhan Estetik dan Simpel

Sehingga Said Didu berharap, untuk selalu menjaga dan menyelamatkan Prabowo agar tidak terpengaruh oleh campur tangan Jokowi dan para Oligarki, dan memutuskan sesegera mungkin, untuk tidak lagi saling menyandera.

Said Didu, kemudian menghimbau "Prabowo jangan terjebak dalam bubur panas politik," tambah Didu.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X