Tiga Bayi Meninggal Kedinginan di Tenda Pengungsian: Suhu Dingin Jadi Ancaman Nyata di Gaza

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 27 Desember 2024 | 11:08 WIB
Tiga Bayi Meninggal Kedinginan di Tenda Pengungsian Gaza Karena Kedinginan (Foto : AP PHOTO)
Tiga Bayi Meninggal Kedinginan di Tenda Pengungsian Gaza Karena Kedinginan (Foto : AP PHOTO)

INSIBERNEWS - Tragedi memilukan kembali terjadi di tenda-tenda pengungsian di Gaza. Tiga bayi dilaporkan meninggal dunia akibat hipotermia, kondisi di mana suhu tubuh turun drastis hingga di bawah 35 derajat Celsius.

Direktur Bangsal Anak-Anak Rumah Sakit Nasser, Ahmed Al-Farra, mengungkapkan bahwa dalam 48 jam terakhir pihaknya menerima jasad ketiga bayi yang tak mampu bertahan melawan suhu dingin ekstrem yang mencapai 13 derajat Celsius.

Baca Juga: Bandara Sanaa Diserang, Kepala WHO dan Staf PBB Terjebak dalam Serangan Udara

Para korban terdiri dari bayi perempuan bernama Sila Mahmoud Al-Faseeh yang baru berusia 21 hari, seorang bayi laki-laki berusia satu bulan, dan bayi perempuan lain yang bahkan baru tiga hari mengenal dunia.

Ketiganya tinggal bersama keluarga mereka di tenda pengungsian di wilayah pesisir Muwasi, Khan Younis, setelah terpaksa mengungsi dari Kota Gaza akibat konflik yang terus berkecamuk.

Baca Juga: Prediksi Skor Borneo FC vs Persik Kediri di BRI Liga 1 2024-2025, Lengkap dengan Line Up-nya

Ayah Sila, Mahmoud Al-Faseeh, menceritakan malam tragis saat ia menemukan putrinya telah meninggal dunia.

"Saya sudah membungkus Sila dengan selimut, tetapi udara dingin terus masuk ke dalam tenda. Lantai tanah yang dingin semakin memperburuk keadaan. Kami, sebagai orang dewasa, saja sulit menahan dingin itu," katanya dengan nada sedih.

Baca Juga: Tragis! Kekerasan Pacar Polisi Terungkap Lewat Media Sosial

Mahmoud menambahkan bahwa saat pagi menjelang, ia mendapati tubuh Sila sudah kaku seperti kayu, dengan lidah tergigit.

Tenda-tenda pengungsian di Gaza memang tidak dirancang untuk menghadapi suhu ekstrem. Kondisi serba minim seperti lantai tanah tanpa alas, dinding yang tipis, dan udara dingin yang menusuk setiap malam membuat para pengungsi terutama bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap risiko kesehatan.

Baca Juga: Jadwal BRI Liga 1 2024-2025 Hari Ini 27 Desember 2024, Lengkap dengan Link Streaming

Selimut dan perlengkapan seadanya sering kali tak cukup untuk melindungi mereka dari dinginnya malam.

Tragedi ini menggambarkan betapa mendesaknya perhatian internasional untuk membantu para pengungsi di Gaza. Dengan suhu yang terus menurun, kebutuhan akan tempat perlindungan yang layak dan hangat semakin mendesak.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X