Begini Strategi Direktur Utama BRI Tingkatkan Kualitas Aset dan Menurunkan Kredit Macet

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 13 November 2024 | 09:37 WIB
Begini Strategi Direktur Utama BRI Tingkatkan Kualitas Aset dan Menurunkan Kredit Macet (Istimewa)
Begini Strategi Direktur Utama BRI Tingkatkan Kualitas Aset dan Menurunkan Kredit Macet (Istimewa)

INSIBERNEWS, Jakarta - Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) telah berhasil turun menjadi 2,90% per September 2024.

Angka tersebut lebih baik dari pada periode yang sama tahun sebelumnya, NPL BRI berada di posisi 3,07%.

Diungkapkan oleh Direktur Utama BRI Sunarso, tingkat kelancaran para debitur yang menurun atau downgrade juga telah berkurang.

Secara kuartalan atau quarter on quarter (qoq), jumlah kredit yang downgrade menjadi "kurang lancar" dan "macet" telah berkurang sekitar Rp750 miliar.

Baca Juga: Disela-sela Kunker di AS, Prabowo Gelar Vicon Rapat Respons Cepat Erupsi Gunung Lewotobi

Ia kemudian membagikan bagaimana strategi bank pelat merah itu berhasil mengelola kualitas asetnya menjadi lebih baik.

Menurut Sunarso, ada beberapa cara yang ditempuh BRI dalam menurunkan tingkat NPL dan downgrade portfolio kredit.

Direktur Utama BRI, Sunarso. (Istimewa)

"Pertama, adalah di front end, bagian pemasaran kita tekankan untuk tetap menumbuhkan kredit namun selektif dan kita perketat risk acceptance kriterianya dan juga proses underwriting-nya dengan penerapan prinsip-prinsip corporate governance yang lebih ketat," ungkap Sunarso di segmen Money Talks Power Lunch CNBC Indonesia, Selasa (5/11/2024).

Kemudian di bagian mid end, Sunarso menjelaskan portofolio kredit yang sudah di dalam neraca BRI itu harus dipersiapkan agar kualitas kreditnya terjaga.

Caranya, dengan memperkuat monitoring, meningkatkan risk awareness. Selain itu, secara periodik bank yang fokus pada pembiayaan UMKM itu melakukan stress testing guna mengetahui arah gejolak dari portolio kreditnya.

Baca Juga: Ini Head to Head Australia vs Arab Saudi Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Siapa yang Menang?

Ia melanjutkan pada back end, yakni pada portfolio kredit macet yang sudah tak bisa diselamatkan, akan dilakukan restrukturisasi.

"Kalau sudah tidak bisa dijaga, tetap jatuh, diapakan? Hal itu di back end yang mengerjakan. Kemudian kita lakukan restrukrisasi, bahkan jika diperlukan kita lakukan early restrukturisasi," terang Sunarso.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X