WALI Ungkap Boikot Franchise Asing Justru Merugikan Ekonomi Dalam Negeri

Photo Author
- Sabtu, 26 Oktober 2024 | 11:27 WIB
WALI Ungkap Boikot Franchise Asing Justru Merugikan Ekonomi Dalam Negeri (Photo : Jakarta Islamic Centre)
WALI Ungkap Boikot Franchise Asing Justru Merugikan Ekonomi Dalam Negeri (Photo : Jakarta Islamic Centre)

INSIBERNEWS - Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Supit, memberikan tanggapan kritis terhadap tren boikot bisnis franchise asing yang masih mengemuka di Indonesia.

Dalam sambutannya saat membuka Pameran Franchise and License Expo Indonesia (FLEI) Business Show 2024 di Jakarta pada Jumat, 25 Oktober 2024, Levita mengingatkan bahwa aksi tersebut dapat berpotensi merugikan ekonomi lokal, terutama bagi para karyawan yang bergantung pada industri tersebut.

Baca Juga: BPJPH Siap Terapkan Kewajiban Sertifikasi Halal Mulai 18 Oktober 2024

Levita menjelaskan bahwa banyak franchise internasional yang beroperasi di Indonesia sebenarnya dikelola dan dimiliki oleh wirausahawan lokal.

"Jangan sampai kita memusuhi franchise asing, karena di baliknya ada anak bangsa yang menjalankannya," tegasnya.

Dia menekankan bahwa bisnis franchise ini tidak hanya memberikan peluang bagi pemilik lokal, tetapi juga menciptakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Anti-Korupsi di Kabinet Merah Putih

Mengambil contoh dari sektor makanan dan minuman (F&B), Levita menyoroti bahwa sebagian besar tenaga kerja di bidang ini adalah warga negara Indonesia.

"Kita harus saling mendukung dan tidak melihat franchise asing sebagai musuh, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar dan berinovasi," imbuhnya.

Baca Juga: Kabar Gembira! Presiden Prabowo Rencanakan Pemutihan Utang Warga, Ternyata Ini Tujuannya

Levita juga mengajak masyarakat untuk mengambil pelajaran dari praktik terbaik yang diterapkan oleh franchise asing, guna meningkatkan daya saing bisnis lokal.

"Mari kita pelajari dan duplikasi hal-hal baik dari waralaba internasional, sehingga bisnis kita juga dapat berkembang dan bersaing di tingkat global," harapnya.

Menurutnya, bisnis franchise memiliki peran signifikan dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Daftar Kegiatan Kementerian yang Tidak Disukai Presiden Prabowo Karena Boros APBN, Apa Saja?

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X