INSIBERNEWS - Presiden Prabowo menyadari bahwa kabinet Merah Putih memiliki paling banyak kementerian jika dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya.
Selain itu Presiden Prabowo juga mengetahui betul dengan banyaknya jumlah kementerian maka APBN yang diperlukan akan lebih besar.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo meminta kepada para menteri untuk efisien dalam menggunakan APBN.
Dikutip INsibernews dari kanal YouTube Sekretariat Presiden (25/10/2024), ada sejumlah kegiatan yang biasanya dilakukan oleh kementerian yang kurang disukai oleh Prabowo.
Karena kegiatan-kegiatan tersebut menghabiskan banyak anggaran dan dinilai tidak efisien.
Sejumlah kegiatan yang kurang disukai Prabowo meliputi seremonial, seminar, sarasehan, konferensi, serta perjalanan luar negeri.
Baca Juga: Kabar Gembira! Presiden Prabowo Rencanakan Pemutihan Utang Warga, Ternyata Ini Tujuannya
Presiden Prabowo menegaskan bahwa penggunaan APBN harus diteliti secara mendetail.
Penggunaannya harus bertujuan dan berfokus untuk pembangunan ekonomi dan juga kesejahteraan rakyat.
Maka jika kegiatan Kementerian dilakukan dengan tidak tepat sasaran dan tidak efisien maka Presiden Prabowo meminta untuk menguranginya.
“Kegiatan-kegiatan yang terlalu seremonial, terlalu banyak seminar, terlalu banyak sarasehan, terlalu banyak konferensi, terlalu banyak perjalanan luar negeri, mohon dikurangi,” ujar Presiden Prabowo.
Artikel Terkait
Defisit APBN, Luhut Ungkap Pembatasan Pembelian BBM Subsidi Mulai 17 Agustus 2024
Gaji ASN Sudah Dirangcang Naik APBN 2025, Keputusan Prabowo Disebut Jadi Penentunya
DPR RI Setujui APBN Pertama Prabowo Untuk Belajar Negara Sebanyak 3.621 Triliun Rupiah
Para Partai Koalisi Diperingatkan Prabowo: Menteri Jangan Cari Uang dari APBN APBD
Sidang Paripurna Perdana Kabinet Merah Putih: Prabowo Minta Kerja Efisien dan Pengawasan Ketat APBN