INSIBERNEWS -Bocornya data warga Jakarta sehingga bisa dicatut dalam pencalonan Dharma Pongrekun di Pilkada Jakarta mendapat respon dari Menkominfo Budi Arie.
Namun Menkominfo Budi Arie justru seolah lepas tangan perihal kebocoran data ini dan melemparkan masalah ini ke KPU.
Padahal ini jelas kasus yang serius karena warga sebelumnya tidak tahu menahu namun tiba-tiba NIK mereka terdaftar dalam daftar pendukung pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana sebagai Cagub dan Wacagub di Pilkada Jakarta.
Pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana merupakan calon independen yang maju dalam Pilkada Jakarta 2024.
Calon independen yang mencalonkan diri di Pilkada 2024 DKI Jakarta adalah Dharma Pongrekun yang merupakan eks Jenderal Polisi Bintang 3.
Dharma Pongrekun semula dianggap tidak memenuhi syarat tetapi kemudian secara tiba-tiba ia sudah menjalani verifikasi tahap kedua setelah melakukan komplain ke Bawaslu.
Baca Juga: Gaji ASN, TNI dan Polri Naik 2025, Berapa Persen Besarannya ?
Saat ini Dharma Pongrekun sudah dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU Jakarta untuk mencalonkan diri sebagai Cagub.
Karena berdasarkan verifikasi, jumlah pendukung pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana mencapai 677.467 sedangkan syarat dukungan minimal yang ditentukan adalah 618.698.
Namun jumlah pendukung pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana dalam Pilkada Jakarta dinilai merupakan manipulasi karena terdapat kejanggalan.
Baca Juga: Panas! Puan Maharani Sindir Penguasa Negara yang Terlena dan Terus Besarkan Diri Sendiri, Siapa?
Sejumlah warga Jakarta protes karena KTP mereka tiba tiada tercantum dalam daftar pendukung Dharma Pongrekun-Kun Wardana tanpa persetujuan pemilik KTP tersebut.
Artikel Terkait
Taktik Licik Penguasa Kembali Diluncurkan pada Pilkada Jakarta 2024, Apa Itu?
Pecah dengan Anies Baswedan Sebelum Pilkada Jakarta, PKS Dinilai Ingin Enaknya Saja
Manipulasi Politik Penguasa Jelang Pilkada Jakarta, Pakar Hukum Tata Negara : Sontoloyo!
Kacaunya Pilkada Jakarta, KTP Keluarga Anies Baswedan Tiba-tiba Masuk Daftar Pendukung Dharma Pongrekun
Blunder! Manipulasi Politik di Pilkada Jakarta Lakukan Kesalahan Fatal hingga Ketahuan Anies Baswedan