INSIBERNEWS - Anies Baswedan melalui akun Twitternya membocorkan manipulasi politik di Pilkada Jakarta yang blunder.
Saat ini Anies Baswedan sendiri dinilai sulit untuk maju ke Pilkada Jakarta karena kurangnya dukungan partai.
Partai-partai yang semula mendukung Anies Baswedan saat ini justru bergabung ke dalam Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Rindwan Kamil dalam Pilkada Jakarta.
Baca Juga: Pidato Kenegaraan Terakhir Jokowi pada Rapat Tahunan MPR RI, Sampaikan Terima Kasih ke Rakyat!
Selain Ridwan Kamil, ada sosok yang muncul mencalonkan diri secara independen pada Pilkada Jakarta.
Calon independen yang mencalonkan diri di Pilkada 2024 DKI Jakarta adalah Dharma Pongrekun yang merupakan eks Jenderal Polisi Bintang 3.
Dharma Pongrekun semula dianggap tidak memenuhi syarat tetapi kemudian secara tiba-tiba ia sudah menjalani verifikasi tahap kedua setelah melakukan komplain ke Bawaslu.
Baca Juga: Kemenkes Hentikan Program Studi Anestesi Akibat Mahasiswi Undip Bunuh Diri, Benarkah?
Saat ini Dharma Pongrekun sudah dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU Jakarta untuk mencalonkan diri sebagai Cagub.
Karena berdasarkan verifikasi, jumlah pendukung pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana mencapai 677.467 sedangkan syarat dukungan minimal yang ditentukan adalah 618.698.
Namun jumlah pendukung pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana dalam Pilkada Jakarta dinilai merupakan manipulasi karena terdapat kejanggalan.
Sejumlah warga Jakarta protes karena KTP mereka tiba tiada tercantum dalam daftar pendukung Dharma Pongrekun-Kun Wardana tanpa persetujuan pemilik KTP tersebut.
Artikel Terkait
Pilkada Jakarta 2024 Terancam Lawan Kotak Kosong, Begini Tanggapan PDIP
Pilkada Jakarta 2024 Tak Jadi Lawan Kotak Kosong, Istana Siapkan Lawan Boneka?
Taktik Licik Penguasa Kembali Diluncurkan pada Pilkada Jakarta 2024, Apa Itu?
Pecah dengan Anies Baswedan Sebelum Pilkada Jakarta, PKS Dinilai Ingin Enaknya Saja
Manipulasi Politik Penguasa Jelang Pilkada Jakarta, Pakar Hukum Tata Negara : Sontoloyo!