INSIBERNEWS - Airlangga Hartarto yang telah resmi mengundurkan diri dari Ketua Umum Partai Golkar ternyata sebelumnya menerima tekanan.
Pengunduran diri Airlangga Hartarto dari Golkar yang dinilai secara tiba-tiba ternyata sudah dipikirkan dengan matang guna menghindari ancaman.
Sebelum mengundurkan diri dari Golkar, Airlangga Hartarto sempat mendapat panggilan dari Kejaksaan Agung.
Baca Juga: Panas! PDIP Vs Semua Partai Politik KIM Plus Di Pilkada 2024
Pemanggilan tersebut bertujuan untuk menjadikan Airlangga saksi dalam kasus korupsi fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO).
Kemudian juga produk turunannya untuk periode 2021-2022 di Kementerian Perdagangan.
Dikutip InsiberNews dari akun Instagram @narasinewsroom (13/8/2024), Pakar Politik Ujang Komarudin mengungkapkan bahwa Airlangga Hartarto tidak memiliki masalah di internal Golkar.
Baca Juga: Inspirasi Desain Interior Kamar Tidur Minimalis Estetik Gaya Modern ala Penthouse Drakor
Tetapi ada tekanan dari eksternal yang mengancam Airlangga akan berhadapan dengan hukum.
Karena tekanan eksternal inilah maka Airlangga Hartarto memutuskan untuk mengundurkan diri dari Ketua Umum Partai Golkar.
“Ya ada tekanan, (Airlangga) akan dikasuskan, akan dipenjarakan. Kan itu yang jadi persoalan,” ungkap Ujang Komarudin.
Baca Juga: Mengapa Infeksi Mata Bisa Menular Cepat: Faktor dan Cara Pencegahannya
“Ya ini soal tekanan dari luar. Yang kita tahu di internal Airlangga leading (memimpin) untuk menjadi ketua umum lagi. Tapi dapat tekanan dari eksternal, dari kekuasaan. Akhirnya Airlangga selesai juga di Golkar,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Jelang Pilkada 2024, Kader Golkar Purwakarta Tolak KDM Diusung Golkar Jadi Cagub Jabar
Siap Dukung KDM Cagub Jabar, Ahmad Sanusi (Amor) Harus Taat Keputusan Ketum Golkar Airlangga
Jelang Pilkada2024, Kabar Dipinang Golkar, KDM Mantan Bupati Purwakarta Tersenyum Sumringah
Terungkap! Ini Alasan Airlangga Hartarto Mengundurkan Diri dari Ketua Umum Partai Golkar
Tak Kuat Hadapi Politik yang Keras dan Kasar, Jusuf Hamka Mundur dari Golkar Susul Airlangga Hartarto