INSIBERNEWS - PDIP sebagai partai yang mengusung Joko Widodo menjadi presiden saat ini justru berada berseberangan dengan Jokowi. Hal ini akan memengaruhi PDIP dalam menghadapi Pilkada Jakarta 2024 nanti.
Akibatnya saat ini dalam dunia politik, terdapat gabungan partai-partai menjadi koalisi yang tidak termasuk PDIP. Sehingga PDIP akan kesulitan memenangkan Pilkada Jakarta jika harus melawan semua partai sekaligus.
Terdapat sinyal bahwa PDIP akan mendukung Anies Baswedan dalam Pilkada Jakarta nanti, namun hal ini masih belum bisa dipastikan.
Baca Juga: Selebgram Intan Nabila di KDRT Sang Suami, Sampai Anaknya Ikut Ketendang
Dilansir InsiberNews dari kanal YouTube Refly Harun (13/8/2024), Ridwan Kamil yang menjadi Cagub dalam Pilkada Jakarta didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Sejumlah partai politik telah bergabung dalam KIM, diantaranya adalah Gerindra, Golkar, Gelora, PAN, Demokrat, PBB, Garuda, dan PSI.
Terbaru partai Nasdem, PKB, dan PKS juga akan turut serta bergabung dalam KIM yang kemudian berubah nama menjadi KIM Plus.
Baca Juga: Naas! Guru di Wonogiri Meninggal Dunia Setelah Bermain Bulu Tangkis
Jika Nasdem dan PKS bergabung dengan KIM maka Anies Baswedan tidak bisa maju ke Pilkada 2024 DKI Jakarta karena kekurangan dukungan.
“Ridwan Kamil dan Kaesang kemungkinan grabing semua partai politik dan tidak ada partai politik yang tersisa,” ungkap Refly Harun.
“Semua partai politik diborong, kecuali PDIP,” tambahnya.
Kotak kosong yang diisukan akan menjadi lawan Ridwan Kamil dalam Pilkada Jakarta akan digantikan dengan lawan boneka.
Artikel Terkait
Jajaran ASN Agar Menjaga Netralitas di Pilkada Jakarta, Pesan Walikota Jakarta Selatan
PDIP Dapat Laporan Anies Baswedan Kembali Dijegal, Kali Ini di Pilkada 2024
Pilkada Jakarta 2024 Terancam Lawan Kotak Kosong, Begini Tanggapan PDIP
Pilkada Jakarta 2024 Tak Jadi Lawan Kotak Kosong, Istana Siapkan Lawan Boneka?
Taktik Licik Penguasa Kembali Diluncurkan pada Pilkada Jakarta 2024, Apa Itu?