INSIBERNEWS - Tragedi tenggelamnya kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, masih menyisakan duka mendalam seiring berlanjutnya operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Guna menembus lambung kapal yang terbaring kaku di dasar laut, otoritas terkait mengerahkan pasukan elite Basarnas Special Group (BSG) yang memiliki keahlian selam khusus di medan ekstrem.
Aksi heroik para penyelam ini sempat terekam kamera dan viral di media sosial, memperlihatkan ketegangan saat petugas mengetuk lalu memecahkan kaca jendela kapal karam tersebut menggunakan palu.
Upaya dramatis di kedalaman puluhan meter itu membuahkan hasil nyata ketika tim berhasil mengevakuasi satu jenazah yang terjebak di dalam ruangan kapal pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 14.14 Wita.
Baca Juga: Terseret Pusaran OTT KPK, Pijakan Politik Nusron Wahid Goyah Usai Mundur dari Elite Golkar
"Minggu, 20 September 2026, dari kedalaman puluhan meter di lokasi tenggelamnya Virgo Transport 8, BSG berhasil masuk ke dalam kapal dan menemukan korban di beberapa titik di kapal yang karam," tulis keterangan video evakuasi yang diunggah oleh akun Instagram @egaprasutiaa pada Senin (21/9/2026).
Usai diangkat dari dasar laut menuju geladak KN SAR Kamajaya, jenazah korban langsung dievakuasi lebih lanjut melalui jalur udara menggunakan helikopter HR 3601 Basarnas dengan metode hoisting rescue net.
Helikopter bermanuver menuju Bandara Banjarmasin, di mana armada ambulans telah bersiaga untuk membawa jasad tersebut ke RS Bhayangkara agar segera diidentifikasi oleh Tim DVI kepolisian.
"Penemuan satu korban menjadi hasil dari kerja keras seluruh Tim SAR Gabungan. Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal dan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan. Setiap korban yang ditemukan menjadi amanah yang harus kami evakuasi dan serahkan kepada pihak keluarga," tegas Kepala Basarnas M. Syafii menanggapi perkembangan operasi tersebut.
Baca Juga: Titik Api Sulit Dijangkau Air, Kucuran Dana Rp60 Miliar Diharap Jadi Solusi Atasi Karhutla Kalbar
Syafii juga memastikan bahwa operasi pencarian hari kedelapan ini akan terus mengoptimalkan keahlian regu penyelam serta pengerahan armada laut di sekitar titik koordinat jatuhnya kapal.
Dengan penemuan terbaru ini, total korban yang telah berhasil dievakuasi mencapai 118 orang, dengan rincian 108 penumpang selamat dan 10 orang dinyatakan meninggal dunia.
Mengingat data manifes awal mencatat 243 penumpang dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, masih tersisa 125 nyawa yang belum diketahui nasibnya sejak kapal dilaporkan karam pada 13 September lalu.
Demi memaksimalkan ikhtiar penyelamatan, Basarnas resmi memperpanjang masa pencarian hingga 26 September 2026 sembari mematangkan skenario pengangkatan bangkai kapal.(*)
Artikel Terkait
Titik Api Sulit Dijangkau Air, Kucuran Dana Rp60 Miliar Diharap Jadi Solusi Atasi Karhutla Kalbar
Babak Baru Megakorupsi Papua, KPK Endus Pencairan Dana Fiktif Triliunan Rupiah
Harga Beras Nasional Kembali Meroket, Rekor Kenaikan Tertinggi Tembus 47 Persen
Terseret Pusaran OTT KPK, Pijakan Politik Nusron Wahid Goyah Usai Mundur dari Elite Golkar