Nahas! Kakek 78 Tahun di Cirebon Tewas Terbakar Saat Bersihkan Rumput Kering di Kebunnya

Photo Author
- Senin, 21 September 2026 | 11:43 WIB
Ilustrasi Jenazah (Foto : istimewa)
Ilustrasi Jenazah (Foto : istimewa)
INSIBERNEWS - Nasib nahas menimpa seorang pria lanjut usia (lansia) bernama M. Sidik (78) yang ditemukan tewas mengenaskan di area perkebunan miliknya.
 
Tubuh kakek malang tersebut didapati tergeletak tak bernyawa dengan posisi tertelungkup serta menderita sejumlah luka bakar di Blok Seket Bata, Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (20/9/2026) sore.

Insiden memilukan ini pertama kali memicu kepanikan warga setempat yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian pada pukul 15.00 WIB.
 
Melihat kondisi korban yang telah hangus pada bagian belakang kepala, punggung, hingga sekujur tangan dan kakinya, saksi mata langsung bergegas melaporkan temuan tersebut kepada aparat lingkungan agar segera mendapat penanganan.
 

"Saya mendapat informasi dari warga sekitar pukul 15.00 WIB bahwa ada orang yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan diduga terbakar di kebun," ujar Ketua RT setempat, Nasihun, saat memberikan keterangan pada Senin (21/9/2026).

Merespons aduan tersebut, Nasihun beserta jajaran perangkat Desa Sindanglaut segera menyambangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan aparat berwajib.
 
Jajaran Polsek Lemahabang yang tiba di lokasi tak lama berselang langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menelusuri penyebab pasti kematian sang kakek.

"Dari pemeriksaan awal ditemukan luka bakar pada bagian belakang kepala, punggung, kedua tangan, dan kedua kaki. Tidak ditemukan luka yang mengarah pada kekerasan akibat benda tumpul maupun senjata tajam," jelas Kapolsek Lemahabang AKP Nuryana membeberkan hasil identifikasi fisik jenazah.
 

Mengurai kronologi sebelum kejadian, anak kandung korban, Sumiyati, menuturkan bahwa ayahnya sempat pamit dari rumah pada pukul 12.00 WIB menuju kebun yang berjarak 500 meter.
 
Ia menduga cuaca terik membuat api dari sisa ranting yang dibakar membesar dengan cepat, sehingga sang ayah panik, terjatuh, dan nahasnya ikut tersambar kobaran api.

"Bapak memang setiap hari biasa pergi ke kebun untuk mencari kayu bakar. Kemungkinan saat itu sedang mengumpulkan ranting kemudian membakar rumput kering untuk membersihkan kebun," tutur Sumiyati dengan nada lirih.
 
Atas insiden ini, keluarga sepakat menolak proses autopsi dan telah memakamkan jenazah korban, kendati kepolisian tetap mendata kronologi lengkapnya.(*)
 

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X