INSIBERNEWS - Memasuki hari keenam operasi pencarian dan penyelamatan, misteri hilangnya seratusan penumpang kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa mulai mengerucut pada satu skenario krusial.
Tim SAR gabungan kini mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk memfokuskan upaya pada pengangkatan badan kapal dari dasar laut, sebuah manuver yang diyakini menjadi kunci utama untuk menemukan 129 korban yang masih dinyatakan hilang.
Langkah evakuasi fisik ini diambil bukan tanpa dasar analisis yang matang dari tim penyelamat di lapangan.
Otoritas terkait memiliki dugaan kuat bahwa ratusan penumpang yang nahas tersebut masih terperangkap di dalam lambung kapal yang telah karam, mengingat hasil pantauan menunjukkan bahwa seluruh kompartemen kapal berada dalam kondisi kedap air dan terkunci rapat dari luar.
"Tim SAR menduga kuat para korban yang hilang masih terjebak di dalam kapal lantaran seluruh kompartemen terpantau kedap dan tertutup rapat," urai jurnalis Dimas Chairullah melaporkan situasi terkini melalui tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat (18/9/2026).
Sementara itu, observasi bawah air yang dilakukan oleh tim penyelam khusus dari satuan Angkatan Laut dan Kopaska berhasil memetakan posisi pasti kapal nahas tersebut.
Bangkai kapal itu kini terbaring kaku di dasar laut pada kedalaman 29 meter, dan diketahui telah bergeser sejauh 453 meter ke arah tenggara dari titik awal lokasi tenggelamnya akibat terseret arus laut.
Guna memuluskan tahapan pengangkatan tubuh kapal (salvage), serangkaian alat berat khusus dengan kapasitas memadai telah didatangkan langsung dari perairan Surabaya.
Di bawah permukaan, regu penyelam pun telah berhasil memasang tali tambat pada titik-titik krusial kapal, yang mana pengerjaan teknis ini sangat terbantu oleh kondisi air laut yang terbilang jernih serta terbebas dari paparan kebocoran minyak.
Sebagai kilas balik pada pencarian sehari sebelumnya, tim yang menyisir permukaan laut sukses menemukan enam unit rakit penolong (life raft) yang hanyut melayang hingga memasuki perairan Kalimantan Tengah.
Keenam rakit penyelamat tak berpenghuni itu lantas diamankan oleh personel SAR Palangkaraya untuk dibawa menuju Posko Utama di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, guna diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai barang bukti investigasi.
Hingga kini, data resmi dari Posko Utama Pelabuhan Trisakti mencatat sebanyak 114 korban telah dievakuasi, dengan rincian 108 orang dinyatakan selamat dan enam lainnya meninggal dunia.
Demi menuntaskan misi kemanusiaan pencarian 129 korban tersisa, operasi masif ini mengerahkan lebih dari 1.000 personel gabungan dari unsur SAR, TNI, dan Polri, serta didukung penuh oleh 17 unit kapal laut dan enam armada udara untuk menyisir kawasan secara komprehensif.(*)
Artikel Terkait
Purbaya Dicopot dari Menkeu, Sang Istri Tulis Pesan Menohok: 'Kebenaran Akan Terungkap'
Heboh 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Kejagung Buka Peluang Penyidikan
Misteri Kematian Relawan SPPG Bengkulu, Motor di Semak hingga Batu di Baju Korban
Viral! Wanita Ditendang dari Belakang Saat Antre Bakso, Polisi Turun Tangan
Kebakaran Hutan Gunung Lawu Kian Meluas, Medan Terjal Hambat Pemadaman Tim Gabungan