INSIBERNEWS - Amukan si jago merah yang melahap kawasan hutan lindung di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda.
Memasuki hari ketiga, bencana ekologis ini dilaporkan terus membesar dan telah menghanguskan puluhan hektare lahan vegetasi alam di kawasan pegunungan tersebut.
Tiupan angin dan kondisi semak yang mengering membuat kobaran api menjalar dengan sangat agresif.
Titik api yang awalnya hanya terdeteksi membakar area Petak 42 RPH Campurejo, Kecamatan Kendal, kini diketahui telah merambat jauh hingga menembus Petak 39 yang berada di sekitar lereng bagian utara.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Prila Yuda Putra, mengonfirmasi bahwa penanganan darurat terus diupayakan dengan menyesuaikan strategi terhadap kontur alam yang ekstrem.
"Masih ada empat titik api di sekitar gunung," ujar Yuda saat memberikan pembaruan situasi penanganan bencana di Ngawi pada Jumat (18/9/2026).
Dalam operasi pemadaman ini, ratusan personel gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, hingga elemen relawan masyarakat dihadapkan pada rintangan geografis yang cukup berat.
Titik-titik kebakaran berada di tebing yang curam dan letaknya sangat jauh dari akses jalur darat, membuat tim kesulitan merangsek masuk untuk melakukan penyiraman langsung ke sumber api.
"Kita belum bisa menjangkau titik api tersebut," ungkap Yuda saat mengakui sulitnya manuver para petugas di lapangan.
Mengingat pusat api yang nyaris tak bisa ditembus, regu gabungan kini memusatkan seluruh tenaganya untuk membangun ilaran atau sekat bakar alami di batas area terdampak.
Strategi mitigasi darurat ini diterapkan untuk memblokir laju pergerakan api agar tidak liar menelan kawasan hutan lainnya, sembari terus menyiagakan personel di posko terdekat guna memantau perkembangan situasi.***
Artikel Terkait
Dirujak Netizen soal Video Mindfulness, Maudy Ayunda Buka Suara soal Privilege dan Minta Maaf
Perjalanan Karier Gus Arif, Eks Bupati Kebumen yang Terjerat OTT KPK dalam Kasus HGB Summarecon Bogor
Kasus HGB Summarecon: KPK Sebut 4 Tersangka Diduga Orang Kepercayaan Nusron Wahid
AS Ungkap Punya Senjata di Luar Angkasa, China-Rusia Kompak Beri Peringatan
Sherly Tjoanda Curhat 16 Ribu Hektare Tanah Tak Kunjung Beres, Wamen ATR BPN Disindir di DPR