Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Iptu Ahmad Waafi, memaparkan bahwa Tian sebelumnya sempat mendapat penanganan medis dengan kondisi wajah dipenuhi perban di RSU Monompia.
"Pastinya akan kami periksa. Tapi saat ini belum bisa karena masih dalam perawatan. Jadi saat ini pembalapnya sudah dirujuk ke Manado," terang Iptu Ahmad Waafi memberikan konfirmasi resminya pada Senin (10/8/2026).
Jika menelusuri rekam jejaknya di arena balap lokal, Tian Ngantung diketahui turun gelanggang dengan membawa nama tim Pangeran 05 Mc Joe.
Baca Juga: Iran Tetapkan Syarat Pembukaan Selat Hormuz, AS Diminta Hentikan Ancaman
Dalam kejuaraan maut tersebut, pria ini mendaftarkan diri pada kelas bergengsi, yakni kategori Free For All (FFA).
Kategori tersebut selama ini dikenal memberikan ruang spesifikasi yang sangat longgar, di mana para peserta dibebaskan melakukan perombakan mesin dan bodi kendaraan secara ekstrem selama masih mematuhi regulasi dasar dari perlombaan.
Ironisnya, sebelum musibah ini merenggut banyak nyawa, potret kesiapan Tian sempat menghiasi berbagai platform media sosial.
Dalam foto tersebut, ia tampak gagah dan percaya diri mengenakan baju balap atau racing suit yang didominasi warna merah, putih, serta hitam dengan gaya rambut disisir rapi ke belakang.
Namun takdir nyatanya berkata lain, ambisinya untuk menyentuh garis finis di urutan terdepan justru harus berakhir menjadi tragedi kelam yang meninggalkan trauma panjang bagi dunia otomotif Tanah Air.***
Artikel Terkait
81 Tahun Berlalu, Warga Nagasaki Kembali Ingatkan Ngerinya Dampak Senjata Nuklir bagi Kemanusiaan
Gebrakan Baru Prabowo! Perintahkan Petinggi BUMN Pangkas 'Anak Cucu' Perusahaan Demi Efisiensi
Modifikasi Cuaca Terhambat Alam, Kemenhut Gempur Kebakaran Bromo Lewat Serangan Udara dan Darat
Fakta Baru Kasus Mutilasi di Depok, Pelaku Masuk 5 Grup LGBT hingga Ingin Kuasai Motor Korban
Dalih Kereta Masih Jauh, Pemotor Arogan Patahkan Palang Pintu KA di Sleman Berujung Ditangkap Polisi