INSIBERNEWS - Arogansi di jalan raya kembali memicu amarah warganet usai beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap seorang pengendara sepeda motor.
Dalam tayangan yang viral tersebut, sang pemotor tampak dihakimi secara brutal, dipukul, ditampar, bahkan diancam menggunakan senjata tajam jenis celurit oleh sekelompok orang yang turun dari sebuah mobil di sekitar kawasan Campaka arah Cimaung, Kabupaten Purwakarta.
Berdasarkan narasi yang berkembang luas di media sosial, insiden mengerikan ini diduga kuat bermula dari persoalan sepele akibat persinggungan kendaraan di jalan raya.
Sang pengendara roda dua dituding terus melajukan kendaraannya usai menyerempet mobil pelaku, hingga akhirnya komplotan yang terdiri dari dua pria dan satu perempuan tersebut mengejar dan mencegatnya secara paksa.
Baca Juga: Misteri Kematian Presenter TVRI Terjawab, Dua Rekan Dekat Yanto Idorway Resmi Jadi Tersangka
Setelah motor berhasil dihentikan, cekcok mulut di pinggir jalan pun tak terelakkan hingga situasi berubah menjadi ajang pengeroyokan.
Komplotan penumpang mobil tersebut tampak beringas mengerumuni korban, melayangkan berbagai kontak fisik secara sepihak, dan menebarkan ancaman maut sebelum akhirnya mereka melarikan diri meninggalkan korban di lokasi kejadian.
Merespons kegaduhan dunia maya terkait video kekerasan tersebut, aparat kepolisian dari Polres Purwakarta langsung melakukan verifikasi menyeluruh.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengonfirmasi bahwa tayangan amatir aksi premanisme jalanan itu sebenarnya merupakan peristiwa lama yang kembali diviralkan oleh warganet.
"Iya dulu pernah lihat juga bang, ini bulan Juli," ujar Made membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media pada Minggu (27/9/2026).
Pihak kepolisian sejatinya sudah sempat menindaklanjuti kasus ini sejak tayangan kekerasan tersebut pertama kali beredar dua bulan silam.
Kendati jejak digital aksi penodongan celurit terlihat sangat jelas, aparat terkendala karena belum ada satu pun aduan resmi dari pihak korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Purwakarta.
"Kalau laporan sih enggak ada di Polres. Makanya dulu pernah tak lihat. Cuma pas diposting bulan Juli itu juga pernah ditindaklanjuti, tapi ditelusuri nggak ada laporan," ungkap Made seraya memastikan bahwa polisi masih terus menyelidiki kepastian lokasi dan identitas para pelaku.***
Artikel Terkait
Temuan Rumah Mewah di Lapas Cibinong Berujung Penonaktifan Kalapas dan 4 Anak Buah
Polisi Tewas di Tanjung Priok Saat Antar Berkas Kejaksaan, Begini Kronologi Kecelakaannya
Tragedi Maut di Pakistan: Truk Bom Bunuh Diri Hancurkan Pos Polisi, 12 Warga Sipil Tewas
Korsleting Listrik Picu Kebakaran Dahsyat yang Ludeskan 20 Rumah di Permukiman Padat Ancol
Misteri Kematian Presenter TVRI Terjawab, Dua Rekan Dekat Yanto Idorway Resmi Jadi Tersangka