INSIBERNEWS - Aksi terorisme kembali mengguncang wilayah barat laut Pakistan usai sebuah serangan bom bunuh diri yang brutal meluluhlantakkan pos pemeriksaan polisi di Dera Ismail Khan.
Tragedi berdarah yang terjadi pada Sabtu (26/9/2026) ini menyisakan duka mendalam, merenggut setidaknya 12 nyawa dan membuat 35 orang lainnya menderita luka-luka serius akibat dahsyatnya ledakan.
Serangan maut tersebut berlokasi di titik strategis jalur pengamanan DI Khan-Quetta, tepatnya di wilayah perbatasan antara Provinsi Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan.
Petugas kepolisian Distrik DI Khan, Ziauddin Ahmed, membeberkan bahwa seorang pelaku tak dikenal dengan sengaja menabrakkan traktor-trailer bermuatan penuh bahan peledak ke arah pos penjagaan.
Baca Juga: Polisi Tewas di Tanjung Priok Saat Antar Berkas Kejaksaan, Begini Kronologi Kecelakaannya
Besarnya daya ledak tidak hanya meratakan fasilitas keamanan tersebut dengan tanah, tetapi juga meluluhlantakkan sebuah rumah warga yang berdiri tak jauh dari lokasi.
Situasi di tempat kejadian seketika berubah mencekam lantaran masyarakat setempat melaporkan adanya rentetan suara tembakan bersahutan tak lama setelah ledakan memekakkan telinga.
Meski pos tersebut merupakan area penjagaan aparat, rentetan korban jiwa nahasnya justru menyasar masyarakat biasa, termasuk salah satunya seorang petugas bea cukai.
Rincian data evakuasi di lapangan mencatat belasan korban meninggal dunia tersebut terdiri dari sembilan pria dewasa, dua perempuan, serta satu orang anak kecil yang tak berdosa.
Baca Juga: Tak Pilih Jalur Politik Sang Ayah, Ini Jejak Emas Guruh Soekarnoputra di Panggung Seni Tanah Air
"Penyelidikan awal kami menunjukkan bahwa tidak ada aparat penegak hukum atau personel keamanan yang tewas dalam serangan tersebut," ungkap Kepala Kepolisian Regional DI Khan, Ghulam Mubashir Maken, saat memberikan konfirmasi terkait status para korban.
Merespons tumpahnya darah warga sipil akibat tragedi kemanusiaan tersebut, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari langsung melayangkan kecaman keras terhadap kelompok penebar teror.
Kepala negara memandang bahwa insiden mematikan ini merupakan tindakan pengecut yang secara sengaja mengoyak ketenangan masyarakat.
"Menjadikan warga sipil dan personel penegak hukum sebagai sasaran terorisme sangat patut dikecam," tegas Presiden Zardari seraya mengutuk keras aksi brutal yang kembali mencoreng kedamaian negaranya.(*)
Artikel Terkait
Sempat Runtuh Ditelan Laut, Anak Krakatau Bangkit dan Bentuk Daratan Baru Seluas 341 Hektare
Rambah Rumah Harimau Sumatra, Dua Tersangka Pembalakan Liar di TNBS Jambi Dijebloskan ke Bui
Jokowi Berduka atas Wafatnya Guruh Sukarnoputra, Kenang Jejaknya di Seni hingga Politik
Temuan Rumah Mewah di Lapas Cibinong Berujung Penonaktifan Kalapas dan 4 Anak Buah
Polisi Tewas di Tanjung Priok Saat Antar Berkas Kejaksaan, Begini Kronologi Kecelakaannya