Berjam-jam di Tower Ketinggian 52 Meter, Pria di Lampung Akhirnya Mau Turun Usai Dibujuk Istri

Photo Author
- Kamis, 25 Juni 2026 | 14:04 WIB
Ilustrasi - Tower 52 Meter (Dok. Kominfo)
Ilustrasi - Tower 52 Meter (Dok. Kominfo)

INSIBERNEWS - Suasana di kawasan Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, mendadak berubah tegang dan dipenuhi kepanikan luar biasa.

Warga setempat digegerkan oleh aksi nekat seorang pria yang nekat memanjat hingga ke puncak sebuah tower pemancar sinyal setinggi 52 meter dan bertahan di atas sana selama berjam-jam tanpa alat pengaman.

Kerumunan massa yang khawatir terus memadati area sekitar lokasi kejadian sembari menyaksikan proses evakuasi yang berjalan sangat menegangkan.

Baca Juga: Diguncang Gempa Dahsyat Berturut-turut, Venezuela Berlakukan Status Darurat Nasional

Tim penyelamat gabungan dari Basarnas Lampung yang tiba di lokasi memutuskan untuk tidak gegabah, melainkan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis demi menjaga psikologis sekaligus keselamatan jiwa korban.

Setelah melewati ketegangan yang menguras energi dan emosi, upaya penyelamatan intensif yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut akhirnya membuahkan hasil manis. Otoritas SAR memastikan bahwa korban berhasil diturunkan dari ketinggian ekstrem tersebut tepat pada pukul 13.00 WIB dalam kondisi bernapas dan sehat walafiat.

"Proses penyelamatan berlangsung kurang lebih dua jam, dan pada pukul 13.00 WIB korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” kata Komandan Tim Basarnas Lampung, Sumariansyah Eka Putra, mengonfirmasi keberhasilan misi penyelamatan dramatis tersebut setelah memastikan sang pria kembali menapakkan kakinya di daratan dengan aman.

Baca Juga: Voting Logo HUT ke-81 RI Resmi Dibuka, 300 Hadiah dan Undangan Upacara di Istana Menanti

Di balik keberhasilan operasi penyelamatan ini, unsur komunikasi kekeluargaan ternyata menjadi kunci utama yang melunakkan kerasnya hati korban. Petugas secara taktis melibatkan istri korban ke dalam barisan depan tim negosiasi dengan memanfaatkannya untuk membujuk sang suami dari hati ke hati melalui sambungan handy talky (HT).

“Untuk proses negosiasi kami melibatkan istri korban untuk membujuk korban melalui HT. Berdasarkan informasi yang kami terima, korban naik ke atas tower karena ada masalah internal rumah tangga mereka,” tambah Sumariansyah menjelaskan latar belakang insiden di mana tekanan mental akibat konflik domestik disinyalir kuat memicu korban mengalami depresi berat hingga nekat bertindak nekat.

Baca Juga: Taufik Hidayat Tertangkap, Dedi Mulyadi Buka Suara soal Sayembara Rp250 Juta

Pihak Basarnas maupun keluarga memilih untuk tidak merinci lebih jauh mengenai badai rumah tangga yang memicu peristiwa memilukan tersebut demi menghormati privasi.

Pasca-evakuasi, pria yang didera depresi itu langsung diserahkan kepada pihak medis dan keluarga tercinta guna mendapatkan perawatan serta pendampingan psikologis lanjutan.(*) 

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X