INSIBERNEWS - Polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional asal Sulawesi Selatan menjadi perhatian publik setelah nama siswi asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, tidak tercantum dalam daftar peserta yang dikirim mewakili provinsi tersebut.
Situasi ini memicu perdebatan luas, terutama karena Cathlyn sebelumnya disebut berada di posisi unggulan dalam tahapan seleksi tingkat provinsi.
Perbincangan mengenai kasus ini mulai ramai di media sosial pada akhir Mei 2026. Banyak warganet mempertanyakan proses seleksi yang dinilai kurang transparan, bahkan muncul berbagai spekulasi terkait alasan tidak lolosnya Cathlyn ke tingkat nasional.
Cathlyn Sempat Masuk Jajaran Peserta Unggulan
Cathlyn mengikuti proses seleksi Paskibraka tingkat provinsi sebagai calon wakil Sulawesi Selatan untuk seleksi nasional. Dalam sejumlah tahapan awal, ia dikabarkan menunjukkan performa yang baik dan berada di kelompok peserta putri dengan nilai unggulan.
Informasi mengenai capaian tersebut sempat beredar luas di media sosial, membuat publik meyakini peluang Cathlyn untuk melaju ke tingkat nasional cukup besar.
Namun, hasil akhir justru memunculkan kejutan. Nama Cathlyn tidak masuk dalam daftar peserta yang dikirim ke seleksi nasional. Sebagai gantinya, muncul nama Keisha Ratu Utami, siswi SMAN 1 Jeneponto.
Baca Juga: Idul Adha di Gaza Penuh Duka, Warga Palestina Sulit Berkurban di Tengah Dampak Perang
Pergantian ini memantik tanda tanya karena Keisha disebut belum berada di posisi 10 besar dalam beberapa tahapan sebelum penetapan final peserta.
Narasi “Dicoret” dan Dugaan Diskriminasi Ramai di Media Sosial
Tidak lolosnya Cathlyn memicu gelombang diskusi di berbagai platform digital. Sejumlah narasi menyebut dirinya “dianulir”, “dicoret”, hingga digantikan secara mendadak oleh peserta lain.
Isu berkembang semakin luas setelah muncul dugaan yang mengaitkan keputusan tersebut dengan latar belakang etnis Cathlyn sebagai keturunan Tionghoa serta anggapan bahwa ia kurang fasih berbahasa daerah.
Baca Juga: Pemerintah Pangkas Anggaran MBG 2026, Satgas Pastikan Gizi Penerima Tetap Terjamin
Spekulasi tersebut memicu desakan dari masyarakat agar panitia membuka hasil penilaian secara transparan untuk menghindari kesimpangsiuran informasi.
Pemprov Sulsel Bantah Ada Peserta Dianulir
Menanggapi polemik yang berkembang, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menegaskan bahwa istilah “dianulir” tidak tepat digunakan dalam kasus Cathlyn.
Artikel Terkait
Penembakan Dekat Gedung Putih Gegerkan Washington DC, Pelaku Tewas Ditembak Secret Service
Keji! Anak Kandung di Pamulang Tangsel Diduga Bunuh Ibu Kandung karena Warisan Rumah
Idul Adha di Gaza Penuh Duka, Warga Palestina Sulit Berkurban di Tengah Dampak Perang
Polda Metro Jaya Tetapkan Selebgram MIA Sebagai Tersangka Penganiayaan WNA Brunei di Blok M
Idul Adha 1447 H, Presiden Prabowo Bagikan Ribuan Sapi Kurban Premium, Jangkau 552 Daerah di Indonesia