Keji! Anak Kandung di Pamulang Tangsel Diduga Bunuh Ibu Kandung karena Warisan Rumah

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 26 Mei 2026 | 13:49 WIB
Ilustrasi Garis Polisi (Foto : Dok. Pusat Safety)
Ilustrasi Garis Polisi (Foto : Dok. Pusat Safety)

INSIBERNEWS - Kasus tragis mengguncang warga Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Seorang pria berinisial Irfani (36) diduga tega menghabisi nyawa ibu kandungnya yang telah lanjut usia demi menguasai harta warisan berupa rumah tempat mereka tinggal.

Peristiwa memilukan tersebut akhirnya terungkap setelah aparat kepolisian melakukan penyelidikan dan menemukan sejumlah kejanggalan dari pengakuan pelaku.

Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra menjelaskan, pada awal kejadian Irfani sempat berpura-pura panik dan meminta bantuan kepada Ketua RT setempat. 

Baca Juga: Tanah Abang Tutup Saat Idul Adha 1447 H, Aktivitas Perdagangan Blok A Dihentikan Sementara

Namun, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal justru mengarah kepada pelaku sebagai sosok di balik kematian korban yang berusia 64 tahun itu.

Menurut Galuh, tindakan kekerasan tersebut diduga dilakukan secara sengaja dengan motif menguasai rumah warisan yang ditempati bersama korban.

“Pelaku diduga sengaja melakukan penganiayaan berat terhadap korban yang merupakan ibu kandungnya sendiri dengan tujuan menguasai harta warisan berupa rumah,” ujar Galuh.

Baca Juga: Penembakan Dekat Gedung Putih Gegerkan Washington DC, Pelaku Tewas Ditembak Secret Service

Polisi mengungkapkan, niat pelaku untuk mengambil alih rumah warisan ternyata bukan tindakan spontan. Dugaan rencana tersebut bahkan sempat disampaikan Irfani kepada rekannya bernama Iwan sekitar sepekan sebelum tragedi terjadi.

Saat itu, ucapan pelaku tidak dianggap serius oleh temannya. Namun, penyidik menduga niat tersebut benar-benar diwujudkan hingga berujung pada kematian sang ibu.

Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diduga dianiaya ketika sedang tertidur hingga mengalami kondisi kritis. Setelah itu, pelaku keluar rumah dan mendatangi temannya, Hendra, yang sedang bermain kartu bersama Fikri.

Baca Juga: Polri Resmikan SIM Digital 2026, Ini Fitur Keamanan dan Cara Kerjanya

Kepada kedua rekannya, Irfani mengaku bahwa ibunya berada dalam kondisi kritis.

Sempat Minta Tolong ke Ketua RT

Tak berhenti di situ, pelaku kemudian mendatangi rumah Ketua RT untuk meminta bantuan. Dalam perjalanan menuju rumah Ketua RT, ia bahkan melewati area Masjid At Tauhid yang saat itu tengah menggelar pengajian warga.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X