INSIBERNEWS - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dipastikan akan berlangsung lebih panjang dan berliku.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan tegas menyatakan bahwa konfrontasi bersenjata melawan Iran masih terus berlanjut, meskipun kedua belah pihak sempat menyepakati nota kesepahaman perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan pada Juni lalu.
Sikap keras tersebut disampaikan Netanyahu saat menghadiri agenda resmi kelulusan taruna Angkatan Udara Israel yang digelar di Pangkalan Udara Hatzerim, wilayah Israel selatan, pada Kamis (9/7/2026).
Ia mengingatkan para perwira bahwa keunggulan armada udara tetap menjadi tulang punggung doktrin keamanan nasional demi menjaga stabilitas negara.
"Perang ini belum berakhir. Ada tantangan-tantangan baru," kata Netanyahu seperti yang dilaporkan oleh harian Yedioth Ahronoth, menyoroti dinamika konflik yang bisa kembali meletus kapan saja tanpa peringatan pasti.
Genderang kewaspadaan dari Tel Aviv ini kembali bergaung di tengah memanasnya tensi antara Iran dan Amerika Serikat.
Dalam kurun waktu 48 jam terakhir, militer Washington dan Teheran dilaporkan saling berbalas tembakan setelah pasukan Iran nekat menargetkan tiga kapal dagang internasional yang tengah melintasi perairan Selat Hormuz.
Rencana eskalasi militer Israel ini juga diamini secara langsung oleh para petinggi komando pertahanan mereka di lapangan. Panglima Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, secara terbuka memastikan bahwa rangkaian kampanye militer strategis yang menyasar wilayah dan kepentingan Iran masih akan terus digenjot ke depannya.
"Di meja perencanaan sudah ada rencana-rencana baru. Operasi besar masih menanti di depan. Bersiaplah," ujar Zamir saat memberikan arahan kesiapsiagaan tempur kepada seluruh pasukan Israel untuk menghadapi segala kemungkinan.
Kondisi ini seolah mengingatkan pada titik didih konflik Februari lalu, ketika militer Israel dan AS menggelar gempuran gabungan mematikan yang menewaskan lebih dari 3.000 jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Tragedi berdarah tersebut kemudian memicu serangan balasan dari Teheran yang menghujani wilayah Israel serta pangkalan militer AS di negara Teluk menggunakan ratusan rudal dan drone.***
Artikel Terkait
BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Raksasa di Papua, Prabowo: Masa Depan Cerah
Klarifikasi Jampidsus Febrie Adriansyah soal Uang dan Emas Usai Penggeledahan Sentul
Wakil Bupati Sukoharjo Buka Suara Usai Etik Suryani Terjaring OTT KPK, Minta Masyarakat Beri Dukungan
IU dan Lee Jong Suk Resmi Putus Setelah Empat Tahun Pacaran, Agensi Beri Pernyataan
Jampidsus Febrie Adriansyah Pastikan Kasus Dugaan Korupsi MBG Terus Berjalan, Sebut Ada 47 Nama yang Masuk Radar Penyidik