INSIBERNEWS - Jutaan warga Iran bersama para pelayat dari berbagai negara tumpah ruah ke jalan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, pada Kamis (9/7/2026).
Prosesi pemakaman besar-besaran ini resmi menjadi salah satu perkumpulan massa massa terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah dunia modern.
Mengutip laporan Kantor Berita Fars yang disiarkan oleh Press TV pada Jumat (10/7/2026), rangkaian acara duka ini digelar secara maraton selama enam hari berturut-turut.
Gelombang massa benar-benar membeludak karena prosesinya melintasi lima kota penting sekaligus, yakni Teheran, Qom, Najaf, Karbala, hingga berakhir di Mashhad.
Baca Juga: Waspada Oknum Nakal, Prabowo Minta Aparat dan Kepala Daerah Melek Awasi Dapur Makan Bergizi
"Upacara perpisahan dan pemakaman besar selama enam hari untuk Pemimpin yang dihormati tersebut diadakan di lima kota, menarik kerumunan besar dan penuh semangat yang melampaui semua rekor sebelumnya," tulis laporan Fars menggambarkan besarnya antusiasme warga.
Khusus di ibu kota Teheran, rangkaian penghormatan berlangsung selama tiga hari, yang terbagi menjadi dua hari masa berkabung massal di area Grand Mosalla dan satu hari penuh untuk iring-iringan jenazah utama.
Banyak warga yang rela menempuh perjalanan darat antar-kota demi mengikuti seluruh rangkaian acara, sehingga jumlah massa terus bertambah dan berlipat ganda setiap harinya.
"Perkiraan resmi, yang dikumpulkan dari berbagai sumber lapangan dan pemerintah independen, mengonfirmasi bahwa antara 41 dan 43 juta orang ikut serta dalam peristiwa bersejarah tersebut," sebut keterangan rinci dari Press TV.
Baca Juga: Klarifikasi Jampidsus Febrie Adriansyah soal Uang dan Emas Usai Penggeledahan Sentul
Pihak Press TV menjelaskan bahwa angka fantastis tersebut didapat dari kalkulasi matang, termasuk data lonjakan penumpang transportasi umum, pelacakan sinyal ponsel di rute-rute utama, hingga pengukuran fisik area jalan.
Kepadatan paling parah terlihat saat iring-iringan kendaraan jenazah memasuki kawasan Jalan Imam Reza di Kota Mashhad.
Di jalan tersebut, lautan manusia yang sudah bersiaga sejak pagi hari langsung mengepung kendaraan jenazah hingga nyaris tidak bisa bergerak maju.
Lantunan doa yang menggema dan isak tangis dari jutaan pelayat di sepanjang rute menciptakan suasana duka yang amat mendalam, sekaligus menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas nasional rakyat Iran.***
Artikel Selanjutnya
Gencatan Senjata Terancam Batal, Netanyahu Beri Sinyal Operasi Militer Lanjutan Israel ke Iran
Editor: Varin Vaprilia Caroline
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Terancam Batal, Netanyahu Beri Sinyal Operasi Militer Lanjutan Israel ke Iran
Isu Pesugihan Gunung Kawi Seret Nama Sarwendah, Ruben Onsu Pilih Fokus Urusan Anak
Tragis! Pabrik Sepatu di China Hangus Dilahap Api, 28 Pekerja Tewas
Kena OTT KPK, Bupati Sukoharjo Etik Suryani Kepergok Simpan Emas dan Uang Miliaran Rupiah
Waspada Oknum Nakal, Prabowo Minta Aparat dan Kepala Daerah Melek Awasi Dapur Makan Bergizi