INSIBERNEWS - Geger aksi penembakan terjadi di sekitar kompleks Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Sabtu waktu setempat.
Dilaporkan insiden tersebut memicu pengamanan ketat setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di area dekat pusat pemerintahan AS itu.
Berdasarkan keterangan resmi Secret Service atau Dinas Rahasia Amerika Serikat, aksi penembakan berlangsung setelah pukul 18.00 waktu setempat di kawasan 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW, tepat di luar kompleks Gedung Putih.
Baca Juga: Video Viral Kejar-kejaran Polisi dan Buronan Pembunuhan di Garut, Mobil Pelaku Ringsek Terbalik
Pelaku diketahui mengeluarkan senjata api dari dalam tas yang dibawanya sebelum mulai menembak di lokasi kejadian. Aparat Secret Service yang berada di area tersebut segera merespons untuk menghentikan ancaman.
Dalam pernyataan resminya, Dinas Rahasia AS menyebut petugas melakukan tembakan balasan yang mengenai pelaku.
“Petugas Secret Service membalas tembakan dan mengenai pelaku. Ia kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat dan dinyatakan meninggal dunia,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari Anadolu.
Baca Juga: Polri Resmikan SIM Digital 2026, Ini Fitur Keamanan dan Cara Kerjanya
Tidak hanya pelaku, insiden tersebut juga menyebabkan seorang warga yang melintas di lokasi terkena tembakan. Hingga kini, kondisi korban sipil tersebut masih belum diumumkan secara rinci oleh pihak berwenang.
Secret Service memastikan tidak ada personel keamanan yang mengalami luka dalam insiden tersebut.
Di tengah situasi mencekam itu, Presiden AS Donald Trump dilaporkan berada di dalam Gedung Putih. Meski demikian, pihak Secret Service menegaskan bahwa tidak ada pejabat yang berada dalam perlindungan mereka yang terdampak langsung oleh penembakan tersebut.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melemah Meski Sempat Menguat, Negosiasi AS-Iran Jadi Sorotan Pasar
Laporan ABC News yang mengutip pejabat Gedung Putih menyebutkan bahwa saat kejadian berlangsung, Trump berada di Ruang Oval bersama sejumlah staf dan pembantunya, termasuk Steven Cheung, Natalie Harp, dan Margo Martin.
Pasca-penembakan, area Gedung Putih sempat diberlakukan status lock down atau penguncian sementara sebagai langkah pengamanan. Namun, status tersebut kemudian dicabut setelah situasi dinilai terkendali.
Artikel Terkait
Sopir Taksi Green SM Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terungkap! Ditendang hingga Disetrum, 9 WNI Relawan Gaza Cerita Alami Kekerasan Saat Ditahan Israel
Harga Minyak Dunia Melemah Meski Sempat Menguat, Negosiasi AS-Iran Jadi Sorotan Pasar
Sinyal Damai Menguat, AS dan Iran Disebut Segera Rampungkan Kesepakatan
Video Viral Kejar-kejaran Polisi dan Buronan Pembunuhan di Garut, Mobil Pelaku Ringsek Terbalik