12 Kecamatan di Temanggung Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan Langkah Darurat

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:17 WIB
Illustrasi kekeringan air (foto: iStockphoto) (Varin Vaprilia Caroline)
Illustrasi kekeringan air (foto: iStockphoto) (Varin Vaprilia Caroline)

INSIBERNEWS - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memetakan sedikitnya 12 kecamatan berpotensi mengalami krisis air bersih. Wilayah-wilayah tersebut kini menjadi prioritas penanganan untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang diperkirakan mulai terasa dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan pemetaan dilakukan berdasarkan kondisi sumber air, curah hujan, hingga riwayat kekeringan pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan lebih awal agar distribusi bantuan dapat berjalan lebih cepat saat musim kemarau mencapai puncaknya.

Baca Juga: Iran Buka Suara Soal Negosiasi dengan AS: 'Sulit, Tapi Belum Gagal'

“Berdasarkan hasil pemetaan, ada 12 kecamatan yang masuk prioritas penanganan kekeringan tahun ini,” ujar Totok di Temanggung, Sabtu (16/5/2026).

Belasan kecamatan tersebut meliputi Pringsurat, Kaloran, Bulu, Kandangan, Selopampang, Tlogomulyo, Tembarak, Kranggan, Bejen, Candiroto, Gemawang, dan Jumo. Sejumlah wilayah itu dinilai memiliki kerentanan tinggi terhadap berkurangnya pasokan air bersih, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian warga.

BPBD menyebut pemerintah daerah telah menyiapkan skema distribusi air bersih apabila kondisi kekeringan mulai meluas. Selain menyiapkan armada tangki air, koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan titik-titik rawan dapat dipantau secara berkala.

Baca Juga: Afrika CDC Ungkap Lonjakan Kematian Kasus Wabah Ebola di Kongo Timur, 65 Orang Tewas

Langkah mitigasi disebut sudah dimulai sejak April 2026. Surat edaran terkait kesiapsiagaan bencana kekeringan telah dikirimkan kepada para camat dan kepala desa agar masyarakat mulai melakukan penghematan penggunaan air serta menjaga sumber mata air yang masih tersedia.

Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih kering di sejumlah wilayah Jawa Tengah seiring meningkatnya pengaruh fenomena El Nino.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu penurunan debit air, gangguan pertanian, hingga kesulitan akses air bersih apabila tidak diantisipasi sejak dini oleh pemerintah maupun masyarakat.***

 

 

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X