INSIBERNEWS - Republik Demokratik Kongo kembali menghadapi ancaman wabah Ebola setelah otoritas kesehatan Afrika melaporkan lonjakan kasus di wilayah timur laut negara tersebut. Sedikitnya 65 orang dilaporkan meninggal dunia dalam wabah terbaru yang terjadi di Provinsi Ituri, daerah terpencil yang berbatasan langsung dengan Uganda.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika atau Africa CDC menyebut hingga kini terdapat 246 kasus dugaan infeksi Ebola yang sedang dipantau.
Dari jumlah tersebut, beberapa kasus telah dipastikan positif melalui pemeriksaan laboratorium, sementara sisanya masih dalam tahap investigasi medis.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Kemarau 2026 Berpotensi Lebih Kering, Warga Diminta Mulai Bijak Penggunaan Air
“Kasus dugaan juga ditemukan di Bunia dan saat ini masih menunggu hasil konfirmasi,” tulis Africa CDC dalam keterangannya, Jumat waktu setempat. Kota Bunia sendiri merupakan ibu kota Provinsi Ituri yang menjadi jalur mobilitas masyarakat lintas perbatasan dengan Uganda.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan virus Ebola ditemukan pada 13 dari 20 sampel yang diuji. Meski begitu, otoritas kesehatan memastikan strain yang terdeteksi bukan varian Zaire, jenis Ebola yang selama ini dikenal memiliki tingkat kematian paling tinggi dibanding varian lainnya.
Baca Juga: ESDM Selidiki Dugaan Tambang Emas Ilegal Rp200 Miliar di Sangihe, WNA Asal China Diduga Terlibat
Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, mengingatkan bahwa risiko penyebaran lintas negara cukup tinggi. Tingginya mobilitas warga di kawasan perbatasan dinilai dapat mempercepat penularan apabila penanganan tidak dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Ebola merupakan penyakit mematikan yang menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, muntahan, hingga cairan tubuh lainnya. Gejala awal biasanya berupa demam tinggi, nyeri otot, lemas, dan dapat berkembang menjadi perdarahan serius jika tidak segera ditangani.
Organisasi kesehatan internasional kini mulai meningkatkan pengawasan di sejumlah negara Afrika Tengah untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Baca Juga: Polisi Dalami Dugaan Prostitusi Anak di Blok M, Libatkan WNA dan Jejak Digital Media Sosial
Wabah terbaru ini menjadi tantangan berat bagi Kongo yang sebelumnya baru dinyatakan bebas Ebola beberapa bulan lalu. Penanganan di Provinsi Ituri diperkirakan tidak mudah karena wilayah tersebut berada di kawasan konflik bersenjata dan memiliki akses kesehatan yang terbatas.
Selain jauh dari ibu kota Kinshasa, daerah itu juga kerap dilanda kekerasan akibat aktivitas kelompok bersenjata seperti M23 dan ADF.***
Artikel Terkait
Perang Iran Jadi Keuntungan Besar untuk China, Buat AS Mulai Khawatir?
Polisi Dalami Dugaan Prostitusi Anak di Blok M, Libatkan WNA dan Jejak Digital Media Sosial
ESDM Selidiki Dugaan Tambang Emas Ilegal Rp200 Miliar di Sangihe, WNA Asal China Diduga Terlibat
BMKG Ingatkan Kemarau 2026 Berpotensi Lebih Kering, Warga Diminta Mulai Bijak Penggunaan Air