Permintaan Pertalite Melonjak, ESDM Minta Pertamina Percepat Pasokan BBM ke SPBU

Photo Author
- Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:08 WIB
Permintaan BBM Subsidi Meningkat (Istimewa)
Permintaan BBM Subsidi Meningkat (Istimewa)

INSIBERNEWS - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan adanya perubahan pola konsumsi bahan bakar minyak (BBM) masyarakat setelah penyesuaian harga BBM non subsidi yang diumumkan pada awal Juni 2026.

Sejak kebijakan tersebut berlaku, permintaan terhadap Pertalite sebagai BBM bersubsidi mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah meminta PT Pertamina (Persero) mempercepat distribusi Pertalite ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok tetap tersedia sekaligus mencegah terjadinya antrean panjang maupun potensi kelangkaan di sejumlah daerah.

Baca Juga: Israel Kembali Serang Lebanon Saat Upaya Gencatan Senjata Masih Berlangsung

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaiman, menjelaskan bahwa percepatan distribusi menjadi solusi utama dalam menghadapi lonjakan konsumsi.

Menurutnya, mekanisme pengiriman BBM sebenarnya tetap dilakukan setiap hari, namun volume permintaan yang meningkat membuat frekuensi dan kecepatan pasokan harus disesuaikan.

Ia menegaskan, pemerintah terus berkoordinasi dengan Pertamina agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa mengganggu kelancaran distribusi.

Dengan suplai yang lebih cepat, diharapkan SPBU tidak mengalami kekosongan stok yang berpotensi memicu kepanikan di kalangan konsumen.

Baca Juga: TRAGIS! Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kontrakan Surabaya, Polisi Buru Pelaku Pembunuhan

Di sisi lain, ESDM memastikan hingga kini belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai rencana pembatasan pembelian Pertalite.

Meski konsumsi mengalami kenaikan, realisasi penyaluran BBM bersubsidi tersebut masih berada dalam batas kuota yang telah ditetapkan pemerintah untuk tahun berjalan.

Pemerintah juga menilai fenomena meningkatnya konsumsi Pertalite merupakan dampak yang wajar setelah selisih harga antara BBM subsidi dan non subsidi semakin lebar. Perubahan perilaku konsumen tersebut terus dipantau agar tidak mengganggu keseimbangan distribusi maupun ketersediaan stok nasional.

Kementerian ESDM menegaskan akan terus melakukan evaluasi bersama Pertamina terhadap perkembangan konsumsi BBM di lapangan. Apabila tren peningkatan terus berlanjut, penyesuaian pola distribusi akan dilakukan secara berkala agar masyarakat tetap dapat memperoleh BBM bersubsidi dengan mudah tanpa harus menghadapi antrean panjang di SPBU.(*)

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X