UEA dinilai lebih agresif dan minim komunikasi diplomatik terbuka dengan Teheran, sementara Arab Saudi tetap mempertahankan jalur diplomasi untuk mencegah konflik semakin meluas.
Pejabat Iran dan Barat mengungkapkan bahwa Arab Saudi tetap memberi tahu Iran terkait serangan tersebut. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan komunikasi diplomatik intensif antara kedua negara.
Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, menilai langkah Saudi sebagai strategi pragmatis untuk menjaga batas konfrontasi agar tidak berkembang menjadi perang regional yang lebih besar.
Baca Juga: Atap Kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu Sragen Ambruk Saat Jam Pelajaran, 7 Siswa dan 1 Guru Jadi Korban
Menurut sumber Iran, upaya de-eskalasi informal mulai terlihat sekitar sepekan sebelum Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata pada 7 April 2026. Kedua pihak disebut memiliki kepentingan bersama untuk meredakan ketegangan dan mencegah situasi semakin tidak terkendali. ***
Artikel Terkait
Atap Kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu Sragen Ambruk Saat Jam Pelajaran, 7 Siswa dan 1 Guru Jadi Korban
Outing Class Berujung Duka, Santriwati Ponpes di Banyumas Tewas Tenggelam di Curug Kanesia
Jakarta Masih Jadi Ibu Kota! Pramono Tegaskan Status DKI Belum Berubah Sampai Ada Keppres
Mobil MBG Tabrak Pedagang di Bekasi Timur, Penjual Tahu Krispi Meninggal Dunia
Polemik Penilaian Jadi Sorotan, Final LCC Empat Pilar MPR RI Resmi Diulang
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Kasus Chromebook Rugikan Negara Rp2,18 Triliun