INSIBERNEWS - Insiden kecelakaan yang diduga melibatkan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan publik.
Peristiwa tragis tersebut menyebabkan seorang pedagang UMKM meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kecelakaan itu ramai diperbincangkan di media sosial setelah unggahan akun Instagram @bekasi.terkini memperlihatkan kondisi lapak pedagang yang hancur porak-poranda usai dihantam kendaraan MBG.
Baca Juga: Atasi Konflik Lebanon, RI Kirim 780 Prajurit TNI untuk Misi UNIFIL Pada Akhir Mei 2026
“Seorang pedagang tahu krispi menjadi korban kecelakaan mobil MBG di Bekasi Timur,” tulis unggahan tersebut pada Rabu, 13 Mei 2026.
Korban diketahui bernama Sanoeri (41), seorang pedagang tahu krispi dan otak-otak yang sehari-hari berjualan di lokasi kejadian. Pria yang akrab disapa Owi itu mengembuskan napas terakhir di RS Siloam Sentosa Bekasi Timur pada Selasa, 12 Mei 2026.
Kepergian korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Sanoeri diketahui meninggalkan seorang istri dan satu anak yang masih balita.
Baca Juga: Anggota DPRD Jember Viral Main Game dan Merokok Saat Rapat Paripurna, Terancam Sanksi Berat
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil MBG berpelat nomor B 9007 TXZ melaju di Jalan Pulau Kalimantan Raya dari arah Jalan Nusantara menuju Duren Jaya.
Saksi mata bernama Rudi mengatakan kendaraan tersebut melaju cukup kencang sebelum akhirnya kehilangan kendali dan menabrak lapak pedagang di pinggir jalan.
“Mobil melaju sangat cepat dari arah sana. Saya lihat sendiri lajunya memang kencang,” ujar Rudi di lokasi kejadian.
Baca Juga: Pemprov DKI Ingatkan Panitia Kurban: Stop Bungkus Daging Pakai Plastik Hitam
Mobil pertama kali menghantam lapak milik Sanoeri yang menjual tahu krispi dan otak-otak. Setelah itu, kendaraan kembali menabrak lapak ayam goreng milik pedagang perempuan berinisial NA (33).
Benturan keras membuat lapak-lapak UMKM rusak berat dan menimbulkan kepanikan warga sekitar.
Artikel Terkait
Atasi Konflik Lebanon, RI Kirim 780 Prajurit TNI untuk Misi UNIFIL Pada Akhir Mei 2026
Wamenkes Pastikan Hantavirus di RI Tidak Mematikan seperti Kasus Kapal Pesiar MV Hondius
Outing Class Berujung Duka, Santriwati Ponpes di Banyumas Tewas Tenggelam di Curug Kanesia
Jakarta Masih Jadi Ibu Kota! Pramono Tegaskan Status DKI Belum Berubah Sampai Ada Keppres