Pemprov DKI Ingatkan Panitia Kurban: Stop Bungkus Daging Pakai Plastik Hitam

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 12 Mei 2026 | 17:22 WIB
Ilustrasi kambing kurban  (Istimewa )
Ilustrasi kambing kurban (Istimewa )

INSIBERNEWS - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengingatkan masyarakat dan panitia kurban untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai, terutama plastik berwarna hitam, dalam proses pembagian daging kurban saat Idul Adha

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan menekan volume sampah di ibu kota.

Ketua Subkelompok Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, RM Aldin Praka, mengatakan penggunaan plastik hitam masih sering ditemukan dalam kegiatan pembagian daging kurban. 

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Anjlok ke Rp17,503, Pengamat Soroti Dampak Konflik Selat Hormuz

Padahal, jenis plastik tersebut dinilai tidak ramah lingkungan dan berpotensi menambah timbunan sampah.

Menurut Aldin, masyarakat sebaiknya mulai beralih menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan, seperti besek bambu, daun pisang, maupun wadah makanan guna ulang yang dibawa sendiri oleh penerima daging kurban.

“Penggunaan wadah anyaman bambu atau wadah pribadi jauh lebih baik untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat sampah plastik,” ujar Aldin dalam acara daring di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Kontroversi Final LCC Empat Pilar Kalbar, MPR RI Akui Sedang Evaluasi Penilaian

DLH DKI Jakarta juga meminta panitia penyelenggara pemotongan hewan kurban untuk aktif mengedukasi masyarakat terkait penggunaan kemasan ramah lingkungan. Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah selama pelaksanaan Idul Adha.

Imbauan tersebut merupakan bagian dari kampanye “Eco Qurban” yang telah digaungkan Pemprov DKI Jakarta sejak beberapa tahun terakhir. Program ini menekankan pelaksanaan ibadah kurban yang tetap memperhatikan aspek perlindungan lingkungan hidup.

Konsep Eco Qurban diterapkan langsung di lokasi pemotongan hewan dengan tujuan meminimalisir pencemaran lingkungan. Salah satu fokus utamanya adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat distribusi daging kurban.

Baca Juga: Terbongkar! Penipuan VCS oleh Napi Berkedok TNI-Polri, Peras Korban hingga Rp1,4 Miliar

Melalui program tersebut, masyarakat dianjurkan memanfaatkan kemasan alternatif yang lebih berkelanjutan, seperti besek bambu, daun pisang, maupun wadah pakai ulang, sebagai pengganti kantong plastik konvensional.

Dengan penerapan Eco Qurban, Pemprov DKI berharap pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya membawa manfaat sosial, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. ***

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X