Diincar Jadi Target Kudeta dan Pembunuhan, Rusia Perketat Protokol Keamanan Presiden Vladimir Putin

Photo Author
- Selasa, 5 Mei 2026 | 15:46 WIB
Vladimir Putin - Presiden Rusia (foto: Istimewa)
Vladimir Putin - Presiden Rusia (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Suasana di pusat pemerintahan Rusia, Kremlin, kini dikabarkan tengah berada dalam kondisi siaga tinggi menyusul munculnya laporan intelijen yang sangat mengkhawatirkan. Presiden Vladimir Putin dilaporkan sedang berada dalam pengawasan keamanan yang super ketat setelah terendus adanya indikasi ancaman serius yang mengarah pada upaya kudeta hingga rencana pembunuhan.

Kabar yang mencuat pada awal Mei 2026 ini seketika menjadi sorotan dunia, mengingat stabilitas di Moskow akan berdampak langsung pada tensi geopolitik global yang masih memanas.

Baca Juga: BPS Ungkap Penurunan Tingkat Pengangguran pada Februari 2026 Turun 4,68 Persen, Sektor Industri dan Agraris Masih Jadi Tulang Punggung

Laporan yang dirilis oleh badan intelijen Eropa memberikan gambaran betapa kecemasan mulai menyelimuti lingkaran dalam Putin sejak awal Maret lalu. Isu utama yang menjadi perhatian adalah potensi bocornya informasi-informasi strategis negara ke pihak-pihak yang tidak diinginkan. Ketakutan akan adanya musuh dalam selimut membuat otoritas keamanan Rusia tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terkait keselamatan sang pemimpin tertinggi.

Ancaman ini bukan sekadar isapan jempol, melainkan sebuah risiko nyata yang sudah masuk dalam radar pemantauan intelijen internasional. Skenario yang dikhawatirkan mencakup rencana penggulingan kekuasaan secara paksa yang dirancang secara sistematis. Hal ini memaksa tim pengamanan kepresidenan Rusia untuk merombak total protap perlindungan mereka guna menutup celah sabotase.

Baca Juga: Bukan Sekadar Error, Ahmad Dhani Endus Campur Tangan ‘Otoritas Kuat’ di Balik Hilangnya Akun Instagram

“Serta risiko rencana atau upaya kudeta yang menargetkan presiden Rusia,” demikian kutipan laporan intelijen tersebut sebagaimana dilaporkan oleh media internasional pada Senin (4/5/2026).

Salah satu poin yang paling mengejutkan dalam laporan tersebut adalah munculnya nama Sergei Shoigu. Mantan Menteri Pertahanan yang kini menduduki kursi strategis sebagai Sekretaris Dewan Keamanan tersebut ikut dikaitkan dengan risiko ketidakstabilan kekuasaan. Meski sudah berpindah tugas, pengaruh kuat yang masih dimiliki Shoigu di jajaran komando tinggi militer dianggap sebagai variabel yang perlu diwaspadai dalam dinamika internal Kremlin saat ini.

Baca Juga: Kasus Pencabulan Pesantren Pati: Kemenag Hentikan Penerimaan Santri, Minta Pelaku Dihukum Tegas

Ketegangan ini seolah membangkitkan trauma lama saat Vladimir Putin harus menghadapi pembangkangan terbuka dari kelompok tentara bayaran Wagner Group di bawah pimpinan Yevgeny Prigozhin pada Juni 2023. Meskipun upaya serangan ke Moskow kala itu berhasil diredam, dampaknya masih terasa hingga kini dalam bentuk paranoia yang meningkat di lingkungan pemerintahan. Bayang-bayang pengkhianatan dari orang dekat menjadi momok yang menghantui setiap kebijakan keamanan yang diambil.

Sebagai langkah antisipasi, sejumlah prosedur pengamanan fisik kini diperketat hingga ke tingkat yang sangat mendetail. Pemeriksaan tubuh secara intensif kini menjadi hal wajib bagi siapa pun yang ingin mendekati lingkaran inti kepresidenan tanpa terkecuali. Tidak hanya itu, Kremlin juga mulai menerapkan larangan keras terhadap penggunaan ponsel pintar demi mencegah penyadapan maupun pelacakan lokasi melalui sinyal digital yang rentan ditembus.

Baca Juga: Cegah Kekerasan Seksual, MUI Desak Pengawasan Ketat di Pesantren

Dampak dari tingginya level ancaman ini juga terlihat dari terbatasnya pergerakan fisik Vladimir Putin di ruang publik. Sang Presiden kini lebih banyak beraktivitas dalam perlindungan berlapis dan jadwal perjalanannya dirahasiakan dengan sangat rapat. Protokol komunikasi pun dikembalikan pada cara-cara konvensional yang lebih aman dari jangkauan intelijen asing maupun faksi lawan di dalam negeri.

Baca Juga: Indonesia Masuk 2 Besar Dunia dalam Ketahanan Energi, Bahlil Lahadalia Beberkan Faktanya

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X