INSIBERNEWS - Kisah pilu datang dari Samarinda, Kalimantan Timur. Seorang pelajar SMK berusia 16 tahun bernama Mandala meninggal dunia setelah sempat menahan sakit berkepanjangan yang diduga bermula dari penggunaan sepatu sekolah yang sudah tak lagi sesuai ukuran kakinya.
Di balik kepergiannya, tersimpan cerita tentang keterbatasan ekonomi, beban hidup keluarga, dan keinginan sederhana yang tak sempat terwujud.
Baca Juga: Bidik Potensi 650 Juta Jiwa, Erick Thohir Ajak ASEAN Bangun Raksasa Industri Olahraga Baru
Mandala diketahui merupakan siswa SMK yang hidup dalam kondisi serba terbatas. Ia telah kehilangan sosok ayah sejak kecil dan tinggal bersama kakak serta tiga adiknya.
Sang ibu sehari-hari berjualan risoles keliling demi menghidupi keluarga. Penghasilan yang pas-pasan membuat kebutuhan rumah tangga harus dibagi sehemat mungkin, termasuk urusan perlengkapan sekolah yang kerap terpaksa dipakai sampai benar-benar tak layak.
Kondisi itulah yang membuat Mandala tetap mengenakan sepatu sekolah lamanya sejak kelas 1 SMK. Saat itu ukuran sepatunya masih 43. Namun ketika beranjak ke kelas 2, ukuran kakinya bertambah menjadi 45.
Karena tak ada biaya untuk membeli sepatu baru, Mandala tetap memakai sepatu lama yang sudah sempit. Agar masih bisa digunakan, sepatu itu disiasati dengan menambahkan busa supaya terasa lebih longgar dan tetap muat dipakai beraktivitas.
Baca Juga: Lama Menghilang dari Publik, Kondisi Kim Soo Hyun Kini Disebut Memprihatinkan
Masalah mulai muncul saat Mandala menjalani masa magang. Dalam sebulan terakhir, ia beberapa kali mengeluhkan rasa sakit pada kaki. Awalnya keluhan itu dianggap biasa, sekadar pegal akibat aktivitas harian yang padat. Namun rasa sakit itu perlahan makin berat. Nyeri yang semula hanya terasa di kaki mulai menjalar hingga ke pinggang dan kepala. Meski tubuhnya terus memberi tanda, Mandala tetap berusaha menjalani rutinitas seperti biasa.
Kondisinya memburuk sehari sebelum meninggal. Kaki Mandala dilaporkan mengalami pembengkakan cukup parah hingga membuat keluarga panik. Ia sempat dibawa ke klinik untuk mendapatkan penanganan awal dan menerima suntikan.
Setelah itu, Mandala sempat mengatakan bahwa rasa sakit di kakinya sudah sedikit berkurang. Keluarga pun berharap kondisinya membaik dan bisa segera pulih seperti sediakala.
Baca Juga: Sekolah Gratis Bertambah, Jakarta Tancap Gas Jadi Pusat Pendidikan Unggulan
Namun harapan itu tak bertahan lama. Pada Jumat, 24 April 2026, Mandala mengembuskan napas terakhirnya. Kepergian remaja 16 tahun itu meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak orang yang kemudian mengetahui kisah hidupnya.
Di usianya yang masih sangat muda, Mandala pergi setelah menahan sakit dalam diam dan tetap berusaha bertahan di tengah keterbatasan.
Artikel Terkait
Prabowo Pangkas Harga Pupuk Subsidi 20 Persen, Petani Dapat Napas Lega di Tengah Gejolak Global
Lama Menghilang dari Publik, Kondisi Kim Soo Hyun Kini Disebut Memprihatinkan
Heboh! Sertifikat Mualaf Dr Richard Lee Dicabut Henny Kristianto, Begini Responnya
Kasus Pencabulan Pesantren Pati: Kemenag Hentikan Penerimaan Santri, Minta Pelaku Dihukum Tegas
Bidik Potensi 650 Juta Jiwa, Erick Thohir Ajak ASEAN Bangun Raksasa Industri Olahraga Baru