INSIBERNEWS - Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, membawa angin segar dalam upaya mempererat hubungan negara-negara di Asia Tenggara melalui sektor olahraga. Dalam pertemuan tingkat menteri yang berlangsung di Sanur, Bali, pada Senin (4/5/2026), Erick mengusulkan agar ASEAN tidak hanya terpaku pada gelaran rutin SEA Games.
Ia bermimpi kawasan ini memiliki ajang olahraga prestisius berskala internasional yang mampu menjadi identitas baru bagi masyarakat di Asia Tenggara.
Baca Juga: Sprint Race MotoGP Spanyol Memanas, Aprilia Kritik Aturan Usai Marquez Menang
Visi besar ini muncul bukan tanpa landasan yang kuat. Erick melihat bahwa kawasan ASEAN memiliki modal sosial yang luar biasa besar dengan total penduduk mencapai 650 juta jiwa. Angka tersebut mencerminkan pasar yang sangat luas, ditambah lagi dengan kondisi pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara yang terus menunjukkan tren positif. Baginya, olahraga bukan lagi sekadar urusan fisik di lapangan, melainkan sudah bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru.
Dalam pandangan Erick, sektor Sport Tourism dan industri olahraga memiliki potensi raksasa yang belum tergarap maksimal di kawasan ini. Dengan bentang alam yang indah dan budaya yang beragam, Asia Tenggara sangat mumpuni untuk menggelar ajang olahraga yang mampu menarik wisatawan mancanegara.
Hal ini diharapkan bisa menjadi salah satu pilar utama yang menopang pembangunan ekonomi regional di masa depan.
“Kita punya region ini ada 650 juta penduduk. Salah satu yang terbesar di dunia dan pertumbuhan ekonominya sangat bagus. Dan kita lihat memang sport tourism serta industri olahraga menjadi bagian penting untuk pembangunan ekonomi ke depan,” ungkap Erick Thohir dengan nada optimis di sela-sela agenda tersebut.
Ia memberikan gambaran konkret mengenai ajang yang bisa dikembangkan secara kolektif, seperti kompetisi maraton lintas negara atau balap sepeda internasional yang menyusuri rute-rute ikonik di Asia Tenggara.
Menurutnya, kegiatan semacam itu tidak hanya mengasah prestasi atlet, tetapi juga membangun citra ASEAN sebagai kawasan yang dinamis, bugar, dan bersatu di mata dunia internasional.
Namun, Erick juga memberikan catatan penting mengenai tata kelola SEA Games yang sudah ada. Ia menilai perlunya pembenahan sistemik agar pesta olahraga dua tahunan tersebut menjadi lebih berkelanjutan.
SEA Games seharusnya diposisikan sebagai jembatan yang solid untuk membina atlet muda menuju kompetisi yang lebih berat, yakni level Asian Games hingga panggung tertinggi Olimpiade.
Pernyataan ini sekaligus menjadi ajakan bagi para menteri pemuda dan olahraga di negara tetangga untuk segera duduk bersama dan merumuskan langkah teknis. Erick ingin agar kolaborasi ini berjalan secara organik dan berkelanjutan, bukan sekadar seremoni singkat.
Artikel Terkait
Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Dapat Rp1 Miliar!
Elkan Baggott Siap Tampil di FIFA Series 2026, Beberkan Perubahan Timnas di Era John Herdman
Beckham Putra Diragukan Jelang FIFA Series 2026, Bojan Hodak Tegaskan Kualitas Sang Gelandang
Indonesia Cetak Sejarah di Asian Beach Games 2026, Duo Atlet Panjat Tebing Bali Sabet Emas dan Pecahkan Rekor Dunia
Sprint Race MotoGP Spanyol Memanas, Aprilia Kritik Aturan Usai Marquez Menang