Pernyataan serupa juga disampaikan oleh ayah korban, Sahjanudin (41). Ia memastikan bahwa kematian anaknya murni disebabkan oleh sakit dan tidak berkaitan dengan program MBG.
“Saya tegaskan, ini bukan karena makanan dari MBG. Anak saya meninggal karena sakit,” kata Sahjanudin.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Cianjur masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan diperkirakan akan keluar dalam waktu dekat.
Kasus ini sempat memicu kekhawatiran publik terkait keamanan program MBG. Namun, dengan klarifikasi dari berbagai pihak, masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum hasil investigasi resmi dirilis. ***
Artikel Terkait
Jelang Idul Adha 2026, Pemerintah Pastikan Stok Daging Sapi Aman dan Harga Terkendali
Modus Penipuan Terbongkar! Pembeli Nekat Tipu Showroom Motor di Jember Pakai Uang Mainan
Pelaku Insiden Penembakan di Acara Trump Akui Targetkan Pejabat Pemerintah AS
Permenko Pangan Segera Terbit, Pasokan Lokal Jadi Andalan Program MBG
Menjadi Presiden AS Dinilai Trump Sebagai Pekerjaan Berbahaya Usai Insiden Penembakan