Menjadi Presiden AS Dinilai Trump Sebagai Pekerjaan Berbahaya Usai Insiden Penembakan

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 26 April 2026 | 18:44 WIB
Menjadi Presiden AS Dinilai Trump Sebagai Pekerjaan Berbahaya Usai Insiden Penembakan (Dok. White house )
Menjadi Presiden AS Dinilai Trump Sebagai Pekerjaan Berbahaya Usai Insiden Penembakan (Dok. White house )

INSIBERNEWS - Insiden penembakan kembali terjadi di sekitar Donald Trump, menambah daftar panjang ancaman terhadap keselamatan tokoh politik Amerika Serikat tersebut.

Peristiwa ini menjadi yang ketiga dalam beberapa tahun terakhir dan memicu kekhawatiran serius terkait sistem keamanan bagi figur publik tingkat tinggi.

Kejadian terbaru ini langsung mengingatkan publik pada insiden di Butler, Pennsylvania pada 13 Juli 2024. Saat itu, seorang pemuda bernama Thomas Crooks melepaskan tembakan ke arah Trump.

Baca Juga: Permenko Pangan Segera Terbit, Pasokan Lokal Jadi Andalan Program MBG

Situasi di Washington saat ini disebut memiliki tingkat ketegangan yang serupa dengan peristiwa tersebut.

Meski kembali berada dalam situasi berisiko, Trump dilaporkan tetap menunjukkan sikap tenang dan optimistis. Dalam pernyataannya, ia menyinggung tingginya risiko yang harus dihadapi oleh tokoh politik.

“Saya tidak dapat membayangkan ada profesi yang lebih berbahaya,” ujarnya dalam sebuah briefing, seperti dikutip dari laporan media internasional.

Baca Juga: Gugurnya Prajurit TNI UNIFIL Praka Rico di Lebanon, Qatar Sampaikan Duka untuk Indonesia

Sejumlah orang dekat Trump sebelumnya menilai insiden di Butler sebagai titik balik penting dalam perjalanan politiknya.

Kini, dengan terulangnya ancaman serupa, banyak pihak memprediksi kejadian terbaru ini juga akan membawa dampak besar, baik terhadap strategi politik maupun pengamanan dirinya ke depan.

Menariknya, insiden kali ini terjadi di lokasi yang memiliki catatan sejarah kelam. Hotel tersebut pernah menjadi tempat percobaan pembunuhan terhadap Presiden AS ke-40, Ronald Reagan, pada tahun 1981.

Baca Juga: Pelaku Insiden Penembakan di Acara Trump Akui Targetkan Pejabat Pemerintah AS

Kesamaan lokasi ini semakin mempertegas bahwa ancaman terhadap pemimpin Amerika bukanlah hal baru, melainkan risiko yang terus membayangi dari masa ke masa.

Peristiwa ini kembali membuka diskusi luas tentang pentingnya peningkatan sistem keamanan bagi tokoh politik, terutama di tengah meningkatnya tensi politik dan polarisasi di Amerika Serikat. ***

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X