INSIBERNEWS – Situasi keamanan di wilayah selatan Thailand kembali memanas setelah enam anggota Polisi Patroli Perbatasan menjadi korban serangan bersenjata di Provinsi Yala. Insiden yang terjadi pada Jumat (19/6/2026) itu menyebabkan dua personel mengalami luka kritis dan harus menjalani perawatan intensif.
Serangan terjadi di Distrik Thanto saat regu patroli tengah menjalankan tugas rutin mengawal satuan perlindungan guru yang bertugas di kawasan tersebut. Wilayah Thailand selatan memang dikenal sebagai daerah yang kerap mengalami gangguan keamanan akibat aktivitas kelompok bersenjata.
Menurut laporan otoritas setempat, pelaku memulai aksinya dengan meledakkan bom rakitan atau Improvised Explosive Device (IED) yang dipasang di pinggir jalan. Ledakan itu kemudian disusul rentetan tembakan yang diarahkan ke kendaraan dan personel patroli dari lokasi persembunyian di sekitar area kejadian.
Baca Juga: Trump Klaim PM Italia Minta Foto Bersama, Giorgia Meloni Balas Menohok: Kami Tidak Pernah Mengemis!
Akibat serangan mendadak tersebut, enam polisi mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda. Seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Dua anggota yang mengalami luka berat dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Menanggapi insiden tersebut, Kepolisian Provinsi Yala segera mengerahkan pasukan keamanan gabungan untuk mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan menyeluruh. Tim penjinak bom serta unit forensik diterjunkan guna memeriksa tempat kejadian perkara (TKP).
Proses investigasi dilakukan dengan tingkat kewaspadaan tinggi karena aparat mencurigai kemungkinan masih terdapat bahan peledak lain yang belum meledak atau potensi serangan lanjutan di sekitar lokasi.
Baca Juga: Kesehatan Menurun Usai Jadi Tersangka, Dokter Tifa Dirawat di RS Polri karena GERD Kambuh
Selain menutup area kejadian untuk kepentingan penyelidikan, aparat keamanan juga melancarkan operasi pengejaran guna memburu para pelaku yang berhasil melarikan diri setelah melancarkan aksinya.
Hingga kini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pihak berwenang masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik penyerangan yang menargetkan aparat keamanan itu.
Serangan ini kembali menyoroti tantangan keamanan yang masih dihadapi Thailand bagian selatan, khususnya di wilayah Yala yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi lokasi aksi kekerasan bersenjata dan serangan bom terhadap aparat maupun warga sipil. ***
Artikel Terkait
Gara-gara Obat Nyamuk Bakar, Rumah Kayu Milik Kakek Sebatang Kara di Jepara Ludes Dilalap Api
Kena Semprot Netizen Lagi, Giorgio Antonio Pernah Ngaku Kagumi Sarwendah Sejak Lima Tahun Lalu
Langkah Mantap Kedaulatan Energi, Bahlil Pastikan Biodiesel B50 Siap Meluncur Juli 2026
BI Batasi Transaksi Mata Uang Asing, Langkah Tegas Perry Warjiyo Jaga Marwah Rupiah
Trump Klaim PM Italia Minta Foto Bersama, Giorgia Meloni Balas Menohok: Kami Tidak Pernah Mengemis!
Terungkap! Isi Ponsel Sony Sonjaya Bongkar Deretan Pengaju Ratusan Dapur MBG, Nama Baru Bermunculan