Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa puting beliung merupakan fenomena cuaca ekstrem yang berasal dari awan cumulonimbus (CB).
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan puting beliung dapat muncul secara tiba-tiba dan berlangsung singkat, namun memiliki daya rusak yang besar.
“Faktor utama, puting beliung adalah fenomena angin berputar dengan kecepatan tinggi, biasanya muncul dari awan cumulonimbus saat cuaca ekstrem lokal,” jelas Guswanto pada wartawan pada Selasa (30/12/2025).
Baca Juga: Ogah Pacaran dengan Janda 3 Anak, Yuka Klarifikasi Cuma Teman Dekat Jule
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah rawan seperti Bogor, untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda awan CB. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun bangunan yang rapuh saat cuaca buruk, serta mengikuti peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Peristiwa puting beliung di Desa Pondok Udik ini menjadi pengingat penting akan bahaya cuaca ekstrem, terutama ketika berinteraksi dengan benda-benda besar seperti bangkai atau sayap pesawat, yang dapat menimbulkan risiko tambahan bagi keselamatan warga.
Artikel Terkait
Libur Sekolah Bukan Alasan Berhenti, Layanan MBG untuk Ibu dan Balita Tetap Berjalan
Ekonomi Digital Makin Digenjot, DJP Bakal Kenakan Pajak Bagi Langganan OpenAI
Putus Akibat Bencana, Pemerintah Siapkan 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri
Anggaran Ditambah, THR dan Gaji ke-13 Guru Daerah Dipastikan Aman Tahun 2025
Polrestabes Medan ungkap Motif Siswi SD Diduga Tikam Ibu Kandung Dipicu oleh Kekerasan Rumah Tangga dan Pengaruh Game
Cerdas tapi Minim Empati, Psikolog Forensik Beberkan Kondisi Mental Anak Tikam Ibu Kandung di Medan