INSIBERNEWS - Pemerintah Indonesia bergerak cepat memulihkan konektivitas wilayah yang terdampak bencana di Sumatera. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mendatangkan 100 unit jembatan Bailey dari luar negeri untuk menggantikan jembatan-jembatan yang rusak dan terputus akibat bencana alam.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, kebutuhan jembatan darurat di lokasi bencana saat ini cukup mendesak.
Berdasarkan data di lapangan, sedikitnya 44 jembatan Bailey dibutuhkan untuk memulihkan akses transportasi masyarakat dan distribusi logistik.
Baca Juga: Ekonomi Digital Makin Digenjot, DJP Bakal Kenakan Pajak Bagi Langganan OpenAI
Dari jumlah tersebut, Maruli menjelaskan bahwa progres pemasangan terus berjalan. Sebanyak 12 jembatan Bailey telah terpasang dan dapat digunakan, enam unit masih dalam tahap pemasangan, sementara 15 unit lainnya sedang dalam perjalanan menuju lokasi terdampak. Sisanya masih dalam tahap pengumpulan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Untuk Sumatera, saat ini kebutuhannya 44 Bailey. Sebagian sudah terpasang, sebagian masih proses, dan ada yang masih dalam perjalanan,” ujar Maruli.
Selain mengandalkan stok yang ada, pemerintah juga menyiapkan langkah strategis tambahan. Atas arahan langsung Presiden, Kementerian Pertahanan ditugaskan untuk mencari dan mendatangkan 100 unit jembatan Bailey dari luar negeri guna memperkuat penanganan bencana.
Baca Juga: Libur Sekolah Bukan Alasan Berhenti, Layanan MBG untuk Ibu dan Balita Tetap Berjalan
“Dari Presiden langsung melalui Kemenhan akan dicari 100 Bailey dari luar. Ini untuk mendukung penanganan bencana dan ke depan bisa digunakan di berbagai daerah di Indonesia,” kata Maruli dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Menurutnya, jembatan Bailey menjadi solusi cepat karena dapat dipasang dalam waktu singkat dan fleksibel untuk berbagai kondisi medan.
Jembatan ini sangat krusial untuk membuka kembali akses antarwilayah, terutama bagi daerah yang terisolasi akibat putusnya jalur utama.
Baca Juga: Layanan Kesehatan Diperkuat, Dokter hingga Calon Dokter Dikirim ke Wilayah Terisolasi Pascabencana
Maruli menambahkan, pemerintah menargetkan jembatan Bailey dari luar negeri tersebut sudah bisa tiba di Indonesia pada Januari 2026. Saat ini, proses pencarian dan pengadaan masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan spesifikasi dan kebutuhan di lapangan.
Pemulihan infrastruktur jembatan dinilai sebagai prioritas karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, distribusi bantuan, serta mobilitas warga. Tanpa akses yang memadai, upaya pemulihan pascabencana akan berjalan lebih lambat.
Artikel Terkait
Rayakan HUT ke-42, Slank Rilis Single 'Republik Fufufafa', Angkat Potret Kekacauan Negeri
Puluhan Desa Lenyap Akibat Bencana, Pemerintahan Desa di Aceh Paling Terpukul
Elon Musk Soroti Rencana China Batasi Ekspor Perak, Industri Global Berpotensi Terdampak
Pemulihan Pascabencana Dikebut, Ribuan Warga di Aceh, Sumut, dan Sumbar Mulai Huni Hunian Sementara
Israel Aktifkan Iron Beam, Sistem Laser Baru yang Diklaim Ubah Peta Pertahanan Udara
Layanan Kesehatan Diperkuat, Dokter hingga Calon Dokter Dikirim ke Wilayah Terisolasi Pascabencana
Polisi Ungkap Latar Belakang Pembunuhan Ibu oleh Anak Kandung di Medan, Ternyata Dendam Gegara Sering Dimarahin
Malam Tahun Baru di Puncak Tanpa Kendaraan, Bogor Terapkan Car Free Night Demi Keamanan
Libur Sekolah Bukan Alasan Berhenti, Layanan MBG untuk Ibu dan Balita Tetap Berjalan
Ekonomi Digital Makin Digenjot, DJP Bakal Kenakan Pajak Bagi Langganan OpenAI