Ranjau Paku Ditemukan di Jalur Gajah TN Tesso Nilo, Petugas Khawatir Jadi Upaya Sabotase Hutan Lindung

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Selasa, 16 Desember 2025 | 12:53 WIB
Penemuan ranjau paku di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo dalam area yang sering dilalui satwa gajah Sumatera. (Instagram.com/@btn_tessonilo)
Penemuan ranjau paku di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo dalam area yang sering dilalui satwa gajah Sumatera. (Instagram.com/@btn_tessonilo)

INSIBERNEWS - Petugas Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali menemukan ranjau paku yang ditebar di dalam kawasan hutan lindung. Temuan ini terjadi di jalur yang kerap dilalui gajah Sumatera sekaligus menjadi akses patroli rutin petugas.

Ranjau-ranjau paku tersebut ditemukan berserakan di jalan tanah kawasan taman nasional. Lokasi penemuan dinilai sangat berbahaya karena berpotensi melukai satwa liar, khususnya gajah, serta membahayakan kendaraan dan keselamatan petugas yang sedang bertugas.

Baca Juga: Aplikasi Ilegal Diduga Jadi Senjata Matel Rampas Kendaraan, Perwira Polisi Minta Komdigi Turun Tangan

Pihak TN Tesso Nilo menduga kuat paku-paku tersebut sengaja ditebar oleh oknum tidak bertanggung jawab. Aksi ini dinilai sebagai bentuk sabotase yang secara langsung mengancam upaya perlindungan satwa dan kelestarian hutan.

Melalui unggahan di akun Instagram resmi Balai TN Tesso Nilo, @btn_tessonilo, Selasa (16/12/2025), petugas menyampaikan keprihatinan mereka atas temuan tersebut. Dalam video yang diunggah, terlihat sejumlah paku tertanam di jalur patroli.

“Di sini kami menemukan ranjau paku yang diletakkan di jalan area patroli,” ujar salah satu petugas dalam unggahan tersebut.

“Ini jelas bentuk sabotase, padahal tujuan kami hanya ingin bumi ini menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Baca Juga: BYD Masih All Out Mobil Listrik, Opsi Hybrid di Indonesia Tetap Terbuka

Petugas mengungkapkan, penemuan ranjau paku bukan kali pertama terjadi. Saat melakukan penyisiran hutan, polisi hutan dan tim patroli kerap menemukan paku-paku serupa yang sengaja ditebar di jalur strategis.

“Kondisi ini sangat membahayakan. Bisa melukai petugas, merusak kendaraan patroli, bahkan mencederai satwa yang melintas,” tulis pengelola TN Tesso Nilo dalam keterangan unggahannya.

Mereka juga menyoroti betapa beratnya menjaga kawasan hutan lindung di tengah berbagai tantangan. Ancaman tidak hanya datang dari pembalakan liar dan perambahan, tetapi juga aksi sabotase yang berpotensi menimbulkan korban.

Baca Juga: Ridwan Kamil Angkat Bicara Soal Isu Perceraiannya dengan Atalia Praratya, Begini Katanya

Dalam konteks yang lebih luas, TN Tesso Nilo menyinggung dampak kerusakan hutan yang belakangan memicu bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Hilangnya tutupan hutan disebut membuat satwa kehilangan habitat sekaligus meningkatkan risiko bencana alam.

“Tujuan kami hanya memulihkan hutan, menanam kembali, dan mengembalikan Tesso Nilo seperti sedia kala,” tulis pihak taman nasional.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X